
RENCANA pemekaran Distrik Tugarni dari Distrik Teluk Arguni, hingga saat ini masih mengalami kendala, akibat belum ada kesepakatan resmi masyarakat terkait lokasi ibukota distrik.
Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kaimana, Fransisco Edward Beruatwarin, S.STP ketika dikonfirmasi belum lama ini.
“Yang menjadi kendala itu kondisi ibukota distrik masih dalam tahap survei, dari rencana semula di Afu-Afu harus beralih ke seputaran kampung Kenzi. Tetapi lokasinya sedikit bermasalah antara petuanan Kampung Kenzi dan Maskur juga masyarakat Kampung Bayeda dan sekitarnya,” terang Edo Beruatwarin.

Dijelaskan, Distrik Tugarni ini merupakan pecahan dari Distrik Teluk Arguni, yang nantinya 10 kampung dari total 24 kampung di Distrik Teluk Arguni Atas akan bergabung ke Distrik Tugarni Atas, sedangkan 14 lainnya tetap berada di distrik induk.
Dikatakan, akibat belum adanya kejelasan terkait ibukota distrik, pihaknya belum dapat mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Pusat.
“Kami sudah minta Kepala Distrik Teluk Arguni untuk memfasilitasi dan memediasi warga terkait persoalan petuanan tersebut. Kalau memang sudah clear, kami akan menindaklanjutinya kepada pihak provinsi maupun Pusat dalam hal ini Kemendagri,” ujarnya. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik