
KAIMANANEWS.COM – Mengisi masa reses di Kampung Werua dan Sara, Distrik Kaimana, anggota DPRK dari Fraksi Solidaritas Kebangkitan Nasional (FSKN), Martha Paskalina Frasawi, SP menemukan persoalan belum maksimalnya layanan pendidikan.
Dijelaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, masyarakat dalam pertemuan dengannya mengeluhkan tentang kepala sekolah dasar di Kampung Sara dan Jarati yang jarang berada di tempat hingga berbulan-bulan bahkan bertahun lamanya.
Sementara di Kampung Werua, masyarakat keluhkan tentang fasilitas rumah guru yang tidak tersedia, mengakibatkan ada guru yang terpaksa tinggal di rumah masyarakat.
“Kehadiran guru dan sarana pendidikan menjadi keluhan. Kepala sekolah sering berada di kota sampai berbulan-bulan bahkan sampai tahun. Sarana penunjang pendidikan juga minim, seperti rumah guru juga harus dibangun karena sementara di Kampung Werua masih kekurangan rumah guru, bahkan ada guru yang tinggal di rumah masyarakat,” ungkapnya, Rabu (11/3/2026).
Ia meminta Pemerintah Daerah, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk memperhatikan masalah ini. Menurutnya, persoalan kehadiran guru yang rendah, serta fasilitas penunjang pendidikan seperti rumah guru, perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, mengingat pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik