
KAIMANANEWS.COM – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Mairasi di Kabupaten Kaimana yang digelar Balai Bahasa Provinsi Papua berakhir, Kamis (19/6/2025) malam.
Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 40 peserta yang berasal dari perwakilan guru, tokoh masyarakat, pengawas sekolah dan lainnya ini, ditutup secara resmi oleh Asisten II Setda Kabupaten Kaimana, Deddy Junaedy Ombaier, S.STP., M.Si.
Asisten II Deddy Ombaier dalam sambutannya mewakili Pemerintah Daerah, menyampaikan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Papua yang telah memfasilitasi kegiatan bimbingan teknis revitalisasi bahasa Mairasi di Kabupaten Kaimana.
Ia juga berterima kasih kepada para peserta Bimtek yang telah menunjukan keseriusannya mendalami bahasa Mairasi. Menurutnya, bahasa daerah sangat penting untuk dipelajari untuk menunjukkan identitas dan jati diri kita sebagai bagian dari masyarakat yang berbudaya.
“Untuk itu revitalisasi bahasa menjadi sangat penting, terutama dalam membangun dunia pendidikan dan kebudayaan. Bimtek revitalisasi bahasa Mairasi yang digelar ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Kaimana,” ujar Deddy.

Lebih lanjut Deddy juga berharap agar para guru utama yang telah memperoleh bekal ilmu yang cukup tentang Bahasa Mairasi dapat mengaplikasikan ilmunya kepada generasi muda, baik di sekolah-sekolah maupun komunitas lainnya ditengah masyarakat sebagai upaya melestarikan bahasa Mairasi.
“Saya berharap kegiatan yang telah dilaksanakan hari ini dapat menjadi momentum penting untuk memotivasi kita semua agar lebih mencintai dan melestarikan bahasa Mairasi. Mari kita jadikan bahasa Mairasi sebagai bahasa yang hidup dan berkembang ditengah-tengah masyarakat,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate pada kesempatan yang sama mengatakan, Bahasa Mairasi menjadi salah satu sasaran pihaknya dalam upaya perlindungan bahasa daerah agar tidak punah.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana agar terus mendorong upaya melestarikan bahasa Bahasa Mairasi melalui lembaga pendidikan, baik formal atau melalui kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah sehingga bahasa Mairasi tetap ada dan tidak punah.
“Itulah yang menjadi tujuan utama program revitalisasi bahasa daerah. Besar harapan kami Pemerintah Kabupaten Kaimana konsisten untuk melaksanakan perlindungan, pengembangan dan pembinaan bahasa daerah khususnya Bahasa Mairasi agar bahasa daerah Mairasi ini tetap lestari,” ujarnya sembari menyarankan Pemkab Kaimana agar nantinya bisa menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik