
BUPATI Kaimana, Matias Mairuma meminta seluruh kepala kampung dalam wilayah Kabupaten Kaimana agar bekerja maksimal, dengan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bupati berharap para kepala kampung bisa menempatkan diri sebagai pelayan, yang setiap saat siap membantu masyarakat keluar dari permasalahan kemiskinan.
Bupati menyampaikan ini ketika secara resmi melantik dan memimpin pengambilan sumpah janji jabatan bagi 84 Kepala Kampung hasil Pemilihan Kepala Desa/Kampung (Pilkades) Serentak Kabupaten Kaimana Tahun 2019 yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Krooy, Jumat (20/12/2019) lalu.
Pelantikan yang ditandai penyematan tanda jabatan ini sendiri didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Kaimana Nomor: 141.1/155/XII/Tahun 2019 tentang Pengesahan Atas Penetapan Para Calon Kepala Kampung Terpilih dan Pengangkatan Para Kepala kampung Masa Jabatan Tahun 2019-2025 di Kabupaten Kaimana.
Bupati usai memimpin pengucapan sumpah/janji, menjelaskan, Provinsi Papua Papua Barat yang didalamnya termasuk Kabupaten Kaimana dan Provinsi Papua, masih berada dalam kategori sebagai daerah termiskin urutan ke 33 dan 34 dari total 34 provinsi se-Indonesia. Padahal, perhatian Pemerintah Pusat kepada dua wilayah ini cukup tinggi, baik melalui alokasi anggaran maupun regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua.
“Begitu banyak perhatian turun ke Tanah Papua. Kita dikasih kekuatan berupa anggaran dan regulasi khusus tetapi tingkat kemiskinan kita sangat tinggi. Kita masih merayap di lantai kalau dibandingkan dengan daerah lain. Indeks Pembangunan Manusia menurut data statistik itu Papua di rangking ke 34 dan Papua Barat rangking 33 dari sekian banyak provinsi di Indonesia. Dimana rasa malu kita?,” ujarnya.
Dikatakan, John Maxwell dalam bukunya tentang teori kepemimpinan, menyebut ada tiga tipe kepemimpinan yang mendasari seseorang merebut posisi sebagai pemimpin, yakni; ingin mendapat penghormatan, mendapatkan kekuasaan dan ingin melayani. Jika pilihannya ingin menjadi pelayan, maka banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang kepala kampung.
“Pertanyaannya, kita ini ada dimana berdasarkan buku John Maxwell. Mau mendapat kehormatan karena ketika pakai garuda itu lebih dihormati, atau mendapat kekuasaan agar bisa melakukan apa saja, atau kah menjadi pemimpin untuk melayani. Kalau menjadi pemimpin untuk melayani maka bekerjalah secara maksimal, berikan perhatian penuh pada kemajuan kampung,” tegas Bupati.
Untuk memajukan kampung, Bupati lebih jauh meminta para kepala kampung agar segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) dengan dukungan data yang akurat. Data dan RPJMK yang dibutuhkan ini lanjut Bupati, diperlukan dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK). |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik