Home / Lintas Papua / Siswa-Siswi SMP Santo Thomas Aquino Jumpa Musisi Papua

Siswa-Siswi SMP Santo Thomas Aquino Jumpa Musisi Papua

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) IV menghadirkan cerita tersendiri bagi keluarga besar SMP YPPK Santo Thomas Aquino, Kaimana.

Sekolah ini mendapat kunjungan istimewa dari para musisi kondang Papua; Mecu Imbiri dari Group Rio Grime, Sandy Betay dari Black Papas dan Roby Sawaki dari Masayori Group, yang hadir di Kaimana dalam rangka memeriahkan KBMAP IV.

Kunjungan para pencipta lagu dan penyanyi asli Papua atas undangan khusus pihak sekolah, Kamis (28/10/2021) ini, selain dalam rangka bersama-sama memeriahkan Hari Sumpah Pemuda, juga sekaligus memberikan motivasi kepada siswa-siswi agar mau berkarya dan berkiprah di dunia musik, terutama musik daerah Papua.

Dalam acara jumpa fans di halaman sekolah YPPK, para musisi juga memberikan dorongan semangat kepada para guru dan anak-anak untuk tetap semangat dalam memajukan dunia pendidikan di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Kaimana meski masih dalam himpitan pandemi Covid-19.

Selain memberikan motivasi, para musisi juga sempat berkolaborasi dengan siswa-siswi baik dalam menyanyikan lagu-lagu karya mereka, maupun bermain musik. Suasana keakraban dan persaudaraan pun tampak tercipta disini.

Baca Juga:  PWI PB Kecam Tindakan Melarang Wartawan Kaimana Liput Rapat Paripurna DPRD

“Kegiatan kita hari ini adalah kolaborasi seni musik dan seni suara antara penyanyi-penyanyi senior Papua bersama siswa-siswi SMP YPPK. Ini tujuannya supaya siswa-siswi ini dapat lebih menggali potensi dalam diri dan mencintai serta memahami budaya dan kesenian yang ada di Tanah Papua, terlebih khusus di Kabupaten Kaimana,” terang Friska Silitonga, S.Pd, Pjs Kepala SMP Santo Thomas Aquino.

Dikatakan, siswa-siswi yang merupakan generasi penerus bangsa ini, selain dibolehkan mengikuti perkembangan dunia saat ini, tetapi juga harus diingatkan tentang bagaimana mempertahankan jati diri sebagai bagian dari masyarakat yang beradab dan berbudaya.

“Kata pepatah ‘Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.’ Walaupun kami guru dan peserta didik disini banyak berasal dari luar Papua, tetapi karena kami tinggal dan hidup di tanah ini, maka kami berkewajiban juga untuk memahami dan mengerti budaya yang ada di tanah ini, serta turut andil dalam mengembangkan dan melestarikannya,” ujarnya.

Baca Juga:  BKKBN Papua Barat Gelar Diskusi Asyik Dak Dik Duk di Kampung Trikora Kaimana

Lanjut Friska mewakili guru dan Kepala SMP YPPK Melania Rahail, kedepannya, pihak sekolah berharap setelah pertemuan hari ini, anak-anak lebih termotivasi untuk mengembangkan minat dan bakat di dunia seni dan musik daerah.

“Kita berharap ketika anak-anak melihat para musisi senior Papua ini, bisa lebih termotivasi. Kita tahu bahwa generasi muda sekarang itu rentan terpapar dengan budaya-budaya luar. Kita tidak melarang mereka mengembangkan minat dan bakat mengikuti kemajuan budaya luar, tetapi harus berbanding lurus juga dengan kebudayaan yang ada di tempat kita. Artinya, kita mengikuti perkembangan zaman tapi tidak boleh melupakan jati diri,” tutupnya.

Acara temu kangen para musisi senior Papua dengan para siswa-siswi serta guru SMP YPPK Santo Thomas Aquino ini, ditutup acara foto bersama dan santap siang. |RED|KN1|

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pelaksanaan CAT PPPK Guru dan Nakes Dijadwalkan 20-23 November  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *