Home / Berita Utama / Pembangunan Jaringan Air Bersih di Kaimana Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2024

Pembangunan Jaringan Air Bersih di Kaimana Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2024

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Pembangunan jaringan air bersih di Kaimana yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Kaimana dibawah kepemimpinan Bupati Freddy Thie ditargetkan rampung Akhir Maret 2024.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaimana, Agustinus Tangyong, ST, MT mengatakan, sesuai arahan Bupati Kaimana beberapa waktu lalu, pemasangan jaringan pipa air bersih di wilayah Krooy dan sekitarnya rampung pada akhir Maret 2024.

Agustinus menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemasangan sambungan pipa yang bocor dan putus akibat pelebaran jalan mulai dari kilometer 6 sampai pasar Inpres Krooy dan komplek air tiba.

“Tiga sumber mata air yang akan difungsikan dan alirkan masuk ke rumah masyarakat yakni, kali sukun, kilo meter enam, dan kali torabe,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/3/2024).

Baca Juga:  Kemenko Maritim Undang Bupati Kaimana Hadiri COP 24 UNFCCC di Polandia

Diungkapkan, pada mata air kali sukun telah terpasang 1 unit pompa dengan kekuatan berkisar 16 liter per detik. Meski belum maksimal, saat ini pihaknya tengah berupaya menambah 1 unit mesin pompa, dengan kapasitas yang sama agar dapat menyuplai air ke bak penampung untuk menambah tekanan sebelum didistribusikan ke rumah-rumah masyarakat.

Khusus mata air Kali Torabe lanjutnya, telah terpasang 1 unit mesin dengan kapasitas 10 liter/detik dan kemaren telah dilakukan uji coba oleh Bapak Bupati Kaimana.

Sedangkan untuk mata air kilometer 6 telah terpasang 2 unit mesin pompa yang sudah fungsional artinya bisa menyuplai air ke bak penampung Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 16 liter perdetik, ini pun belum mencukupi.

Baca Juga:  Bupati Serah Dana Hibah dan Bansos Keagamaan Tahun 2023

Pada tahun 2024 ini, pihaknya dibantu Balai Sumber Daya Air Kementerian PUPR sebesar Rp 4 Miliar untuk menambah pompa air dan jaringan pipa ke IPA, yang anggaran serta pengelolaannya diatur oleh pihak Balai. “Kami hanya sebatas melakukan koordinasi dan monitoring,” tegasnya.

Ia berharap, dengan bantuan mesin pompa air serta jaringan pipa tersebut, dapat mempermudah pihaknya dalam menyelesaikan segala kekurangan sehingga masyarakat Kaimana sudah bisa menikmati air bersih dengan asumsi kebutuhan penduduk berkisar 20.000 juta jiwa. |SMI|RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Lapas Kaimana Gelar Tasyakuran Rayakan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana menggelar kegiatan tasyakuran memperingati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *