Home / Berita Utama / Kemenko Maritim Undang Bupati Kaimana Hadiri COP 24 UNFCCC di Polandia

Kemenko Maritim Undang Bupati Kaimana Hadiri COP 24 UNFCCC di Polandia

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono meminta Bupati Kaimana Matias Mairuma untuk bersama-sama menghadiri konferensi perubahan iklim tingkat dunia yang akan dilaksanakan di Polandia, Desember 2018 mendatang.

Ajakan lisan ini disampaikan pada kegiatan workshop dan kunjungan lapangan dukungan percepatan penurunan emisi gas rumah kaca melalui blue carbon untuk kesejahteraan masyarakat menuju COP 24 UNFCCC 2018 di Polandia, yang dilaksanakan di Grand Papua Hotel, Rabu (29/8/2018).

Pada kegiatan itu nanti, Bupati diminta tampil menjelaskan kepada peserta dari belahan dunia bahwa Indonesia dalam hal ini Kabupaten Kaimana, memiliki kawasan hutan mangrove seluas lebih dari 70.000 hektar, yang didalamnya menyimpan 54 juta ton blue carbon (karbon biru).

Bupati juga diminta memaparkan tentang kearifan lokal masyarakat Kaimana dalam menjaga hutan mangrove melalui budaya ‘Sasi’ yang diwariskan para leluhur secara turun temurun.

Baca Juga:  KPU Kaimana Gelar Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada 5 Desember

“Untuk itulah pada COP 24 di Polandia nanti, kami mohon dengan sangat Pak Bupati bisa hadir dan menyampaikan kondisi mangrove di Kaimana ini, supaya masyarakat dunia tahu, bahwa jauh sebelum dunia sepakat menjaga mangrove, masyarakat Kaimana sudah melakukannya dengan kearifan lokal yang jauh lebih hebat dari yang dibicarakan di level internasional,” ujar Kuswandono usai mendengar pemaparan singkat Bupati Kaimana tentang kondisi riil hutan mangrove Kaimana dan konsep pengelolaannya kedepan yang selain untuk kesejahteraan hidup masyarakat lokal, juga untuk kebutuhan karbon dunia.

Menurut Kuswandono, selain Pemerintah Kabupaten Kaimana, pihak Kemenko Kemaritiman juga akan membawa beberapa perwakilan dari daerah yang kondisi mangrovenya rusak dan sedang melakukan rehabilitasi. Langkah ini menurutnya penting, agar dunia tahu bahwa Indonesia juga mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun kembali mangrove.

Baca Juga:  Bakal Dihadiri 4000 Peserta, Kaimana Tuan Rumah Konferensi Besar MAP IV Februari 2021

“Mangrove itu emas hijau. Peta mangrove kita di Indonesia 3.489 hektar pada 2015 dan kita memiliki 25% luas mangrove dunia. Artinya kita layak untuk bicara di level internasional, jangan hanya mau didikte. Karena itu, supaya dunia lebih mengenal kita, maka  di Polandia nanti Pak Bupati harus bicara tentang mangrove kita seperti apa dan bagaimana masyarakat Kaimana menjaganya,” ungkapnya lagi.

Menutup pernyataannya, ia mengajak semua elemen terkait, untuk bersama-sama menjaga mangrove, karena rusaknya mangrove bukan saja akibat ditebang untuk kayu arang atau membangun rumah, tetapi juga untuk pembuatan tambak.

“Memang kita tidak bisa hanya mengatakan tidak boleh, tetapi bagaimana mengarahkan masyarakat agar selain untuk kesejahteraan hidup masyarakat, lingkungan juga harus terjaga dengan baik,” pungkasnya. (KNT)


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Juli Hingga Oktober, Papua Barat Berlakukan Pengurangan dan Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Ranmor

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Kantor UPT Samsat Kaimana, Andy Kusuma menegaskan bahwa Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *