
KAIMANANEWS.COM – “Pembangunan di Kabupaten Kaimana tidak boleh melepaskan identitas dan keberpihakan kita kepada masyarakat asli. Kita memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan dan melindungi hak-hak Orang Asli Papua (OAP).”
Hal ini ditegaskan Bupati Kaimana melalui Wakil Bupati Kaimana, Isak Waryensi pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otsus dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Senin (27/4/2026).
Penegasan ini disampaikan dihadapan para peserta Musrenbang, baik OPD maupun perwakilan elemen masyarakat yang hadir untuk dijadikan dasar dalam penyusunan program kerja, mengingat pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten Kaimana Tahun 2027 ini digelar dalam satu kesatuan dengan Musrenbang Otsus.
Wakil Bupati tegaskan, ada beberapa arah kebijakan prioritas di tahun 2027 yang perlu mendapat perhatian serius yakni; Pemerataan penempatan guru dan peningkatan sarana prasarana pendidikan di distrik terpencil, serta fasilitasi bagi calon peserta didik untuk jenjang pendidikan tinggi pada sekolah kedinasan.
Selain itu; Peningkatan layanan kesehatan, termasuk program percepatan penurunan stunting dan penyediaan pembiayaan bagi dokter anak asli papua untuk menempuh pendidikan spesialis; Penguatan ekosistem UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, serta akses pasar.
“Serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar antarwilayah terpencil, termasuk jalan penghubung antar distrik dan infrastruktur multimoda baik darat, laut, maupun udara; dan Penyediaan pendampingan dan bantuan hukum bagi OAP,” ujar Isak Waryensi.
Ia mengingatkan bahwa tema Pembangunan Kabupaten Kaimana di Tahun 2027 adalah: “Pemantapan Sistem Pelayanan dan Nilai Tambah Ekonomi.” Untuk mewujudkan tema tersebut, fokus pembangunan diarahkan pada tiga pilar utama, yakni: Penguatan tata kelola layanan publik dan insentif sosial-ekonomi yang berbasis data; Pengembangan rantai nilai dan pemasaran komoditas unggulan daerah kita; Konsolidasi wilayah pembangunan yang mendukung keseimbangan antar distrik serta pertumbuhan yang berkelanjutan.
Putra asli Suku Mairasi Kaimana ini juga menegaskan, untuk mencapai indikator makro kita di tahun 2027, seperti Laju Pertumbuhan Ekonomi sebesar 3,51%, Angka Kemiskinan di 12,54%, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di angka 70,38, perlu kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak.
“Forum Musrenbang Kabupaten ini adalah momentum krusial untuk menyepakati permasalahan, prioritas, program, dan pagu indikatif, sekaligus melakukan klarifikasi atas usulan program dari tingkat kampung dan distrik agar benar-benar selaras dengan kewenangan daerah. Jangan jadikan musrenbang ini sekadar rutinitas atau formalitas administratif belaka, melainkan wadah partisipatif untuk menghasilkan perencanaan yang inklusif dan berkualitas bagi kesejahteraan masyarakat Kaimana,” tegasnya. |isw|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik