Home / Berita Utama / Bupati: Wisata Rohani Berhasil Kalau Angka Mabuk Miras, KDRT, Pencurian di Kaimana Turun

Bupati: Wisata Rohani Berhasil Kalau Angka Mabuk Miras, KDRT, Pencurian di Kaimana Turun

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma pada pelepasan tim wisata rohani tahun 2018 Kabupaten Kaimana menuju Yerusalem menegaskan, program wisata rohani bagi umat kristiani dikatakan berhasil apabila penyakit sosial kemasyarakatan seperti kecelakaan lalulintas akibat miras, KDRT, pencurian, perceraian dan lainnya ditengah masyarakat menurun.

“Tapi kalau pulang terus sunyi senyap, timbul tenggelam, bahkan tenggelam sama sekali sampai tidak kedengaran lagi, maka program ini tidak bisa disebut berhasil,” ujar Bupati dihadapan 20 peserta wisata rohani, Selasa (5/3).

Bupati berharap, 20 wakil umat yang diutus ke Yerusalem untuk melakukan ziarah rohani ditambah 200-an orang lainnya yang sudah melakukan ziarah pada tahun sebelumnya, diharapkan bisa memberikan contoh yang baik kepada jemaat, maupun kepada masyarakat Kaimana secara keseluruhan tentang cara hidup yang benar.

Baca Juga:  Gerindra Kaimana Buka Pendaftaran, Balon Disarankan Sudah Sepaket

“Keberhasilan program ini bukan besok pergi naik pesawat lalu pulang, itu berhasil dari sisi administrasi, untuk pertanggungjawaban anggaran. Tetapi yang diharapkan adalah bagaimana 20 orang ini, ditambah sebelumnya yang sudah mencapai 200-an orang, bisa membuat angka kecelakaan lalulintas akibat miras menurun, angka perceraian menurun, pencurian berkurang, KDRT turun dan lainnya. Goalsnya harus kesana,” tegas Bupati.

Disisi lain, Bupati bahkan mengaku mulai kuatir dengan kehadiran program wisata rohani, karena hingga saat ini belum memberikan manfaat positif bagi upaya mengubah karakter masyarakat Kaimana dari kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik.

Baca Juga:  Kemungkinan ada Tersangka Baru Dalam Kasus Tipikor Penyalahgunaan Dana Desa DPMK Kaimana

Akhir-akhir ini saya mulai kuatir terhadap program ini. Apakah sudah berjalan sesuai dengan hakikatnya atau jangan sampai keluar dari area yang dipikirkan sejak awal. Karena jumlah yang mabuk masih banyak, kecelakaan lalulintas masih tinggi, KDRT dan lainnya juga masih tinggi. Kita lihat akhir tahun nanti, kalau angka kecelakaan lalulintas, KDRT dan penyakit sosial lainnya turun, maka jumlahnya bisa ditambah,” ujarnya sembari mengajak masyarakat Kaimana untuk kembali ke jati diri diri orang Kaimana yang beradat dan berbudaya. |CR13|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *