
SETELAH sempat diisukan akan berpasangan dengan sejumlah nama, akhirnya Bakal Calon Bupati Kaimana, Fredy Thie menjatuhkan pilihan pada sosok Hasbulla Furuada untuk dipinang menjadi Bakal Calon Wakil Bupati.
Fredy bersama Hasbulla memiliki tekad dan komitmen yang sama untuk menghadirkan perubahan di Kabupaten Kaimana. Sejumlah program yang akan menjadi visi misi pembangunan Kaimana kedepannya sudah disiapkan.
Ditemui Sabtu (29/2/2020), Bakal Calon Bupati Fredy Thie mengatakan, keputusannya untuk menggandeng Hasbullah Furuada sudah 99%.
“Di beberapa pertemuan saya sudah sampaikan 99% dengan Hasbulla. Tinggal ada hal yang harus mereka selesaikan di internal keluarga. Kami juga sudah menyiapkan sejumlah program yang menjadi kebutuhan riil masyarakat Kaimana,” terang Ketua DPC Partai Demokrat Kaimana ini.
Ia juga menjelaskan, sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai. Dan saat ini, ada 3 partai politik yang sudah pasti berkoalisi yakni PAN, PPP dan Gerindra.
Namun tidak menutup kemungkinan lanjutnya, ada beberapa partai lagi yang sudah memberikan signal untuk merapat.
“Selama ini juga komunikasi saya dengan Nasdem di provinsi dan DPP berjalan baik. Hanura juga sama, saya memang tidak mendaftar tapi prosesnya sementara jalan. Kemarin juga saya ikut dalam pemaparan visi misi di Golkar. Intinya kami hanya menunggu, karena kita semua tahu keputusan organisasi politik semua ada di pusat. Tidak dapat juga kami akan jalan dengan kekuatan yang ada,” ujarnya.
Fredy juga mengaku, memutuskan untuk kembali bertarung pada Pilkada 2020 karena sebagai anak Kaimana yang lahir dan besar di Kaimana, ia ingin melakukan hal lebih diluar dari kapasitasnya sebagai pengusaha untuk memajukan Kabupaten Kaimana.
Namun jika ada pihak yang menilai dirinya hanya ingin mencari keuntungan karena latar belakangnya yang seorang pengusaha, Fredi mengatakan, biarkan orang berpendapat menurut versinya masing-masing.
“Inilah demokrasi, setiap orang bebas berpendapat. Tapi kalau orang mengenal saya pasti tahu hati saya. Dan semua baru bisa diukur ketika nanti sudah diberikan amanah. Saya sadar jabatan bupati itu resikonya sangat besar, ada aturan yang membatasi. Kalau memimpin hanya untuk mencari keuntungan pribadi, untuk apa saya jadi Bupati dengan resiko yang begitu besar. Orang bilang hidup sudah senang jangan cari susah,” ungkapnya.
Mengapa Memilih Hasbulla?
Pertanyaan ini datang dari banyak kalangan. Ada yang pesimis karena Hasbulla, menurut mereka, bukan orang yang tepat mendampingi Fredy Thie. Namun ada pula yang optimis, bahwa Hasbulla akan menjadi penyeimbang. Salah satunya Fredy Thie sendiri.

Ia mengatakan, alasan dirinya memilih Hasbulla karena Hasbulla merupakan tokoh muda yang sederhana, jujur, tegas dan berani mengungkapkan kebenaran diatas negeri ini.
Dijelaskan, proses untuk menetapkan Hasbulla sebagai pendamping cukup panjang, yang dilakukan bersama dengan partai politik. Semua berawal dari format yang sama yakni merupakan tokoh muslim dan harus orang asli Papua.
“Dari beberapa kali pertemuan, nama yang muncul selalu yang sama. Dari 9 nama yang dibahas, mengerucut pada 2 nama dan akhirnya jatuh pada Hasbulla,” ungkapnya.
Ia mengaku, ingin mengkaderkan anak asli Kaimana agar suatu saat bisa menjadi tuan di negerinya sendiri.
“Kenapa saya pilih Hasbulla, dari sisi materi dia mau hidup sederhana. Kemarin di Pilkada lalu kalau dia mau melacurkan diri, dia sudah bergelimang harga, punya mobil, rumah mewah tapi tidak dia lakukan. Saya juga lihat dia jujur, dia tegas dan siap bicara keadilan dan kebenaran di negeri ini,” tutup Fredy. |RED|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik