Home / Ekonomi Bisnis / Bupati Freddy: Jika Produksi Bawang Kaimana Bagus, Akan Dibuatkan Perda Pembatasan Bawang Dari Luar

Bupati Freddy: Jika Produksi Bawang Kaimana Bagus, Akan Dibuatkan Perda Pembatasan Bawang Dari Luar

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Pemerintah Kabupaten Kaimana saat ini melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tengah giat menggenjot program budidaya penanaman bawang merah melibatkan petani bawang Kaimana.

Bupati Kaimana, Freddy Thie mengatakan, langkah ini ditempuh menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo dan Pj. Gubernur Papua Barat yang mewajibkan Pemerintah Daerah memanfaatkan potensi daerah untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

“Tiga bulan lalu lewat dinas-dinas terkait saya perintahkan supaya secepatnya kita jalani instruksi ini. Untuk sektor pertanian, saya perintahkan Dinas Pertanian galakan penanaman bawang merah. Waktu itu kita tanam bawang merah 1 hektar dengan bibit kurang lebih 200 kilo. Setelah 3 bulan kita panen dapat 3 ton,” terang Bupati pada kegiatan Talkshow Diseminasi Laporan Perekonomian Papua Barat yang digelar BI Papua Barat, Senin (13/3/2022).

Baca Juga:  Kepala Kampung se-Kaimana Terima SPPT 2019

Bupati mengaku, saat bertemu petani bawang, sempat memberikan tantangan untuk mengembangkannya dalam skala besar yakni seluas 10 hektar. Jikalau hasil bawang bagus dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kaimana, maka bukan tidak mungkin Pemerintah Daerah bisa membuat Peraturan Daerah terkait pembatasan pasokan bawang dari luar.

“Saya tantang petani bawang saat itu, jangan hanya 1 hektar kalau boleh lebih dari itu. Saya tanya 1 hektar butuh biaya berapa, mereka katakan 25-30 juta. Saya bilang kalau begitu kita siap 10 hektar. Karena kalau hitung-hitung, 10 hektar bisa panen sekitar 20 ton. Dan 20 ton ini sudah tentu kebutuhan Kaimana sudah over. Sampai saya berpikir, akan keluarkan Perda supaya tidak ada lagi bawang-bawang dari Jawa masuk kesini,” ungkap Bupati.

Baca Juga:  6 Bulan Dilanda Corona, Pedagang Sayur Keluhkan Pengunjung Sepi, Penghasilan Menurun

Pria yang biasa disapa Kaibus ini bahkan sempat berpikir jauh kedepan, jikalau hasil produksinya melimpah, maka akan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah terdekat agar dapat menerima komoditi asal Kaimana untuk dipasarkan.

“Syukur-syukur kalau over, kita bisa kerjasama dengan Pemerintah Timika dan Pemeritah Bintuni supaya komoditi kita, bukan hanya bawang tetapi lainnya juga, bisa kita jual kesana,” imbuhnya. |ISB|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Tahun Ini, DKPP Kaimana Fokus Pengembangan Padi di Tiga Kawasan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tahun ini, selain komoditas lainnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *