Home / Ekonomi Bisnis / 6 Bulan Dilanda Corona, Pedagang Sayur Keluhkan Pengunjung Sepi, Penghasilan Menurun

6 Bulan Dilanda Corona, Pedagang Sayur Keluhkan Pengunjung Sepi, Penghasilan Menurun

Bagikan Artikel ini:

TERHITUNG sudah enam bulan lamanya pandemi Covid-19 menghantui kehidupan masyarakat hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi. Hal ini dirasakan pula oleh para pedagang sayur di Pasar Inpres Air Tiba, Krooy.

Mereka mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi. Pengunjung yang nota bene merupakan pembeli tidak lagi ramai seperti sebelum kasus Corona mewabah.

Menurut beberapa pedagang, sepinya kunjungan terjadi pada bulan Agustus. “Agustus kemarin memang parah sekali. Sampai kadang pulang hanya dapat 50.000 sehari, kadang kurang dari itu. Untuk bisa pulang pulang saya terpaksa pinjam uang dari teman supaya bayar ojek,” ujar Ibu Salamuk.

Baca Juga:  Jumat 13 Oktober, DKPP Kaimana Gelar Pangan Murah, Lokasi Gedung Pertemuan Krooy

Selain ibu Salamuk, ibu Yuliana dan Ibu Maryance juga mengeluhkan hal yang sama. “Dulu sebelum corona masih bisa bawa pulang 400.000, tapi sejak corona ini hanya bisa bawa pulang 100.000 atau 200.000 paling banyak,” ungkap keduanya.

Disamping sepinya pembeli, tidak adanya tempat atau perusahaan yang bisa menampung sayur-sayuran milik pedagang, menyebabkan sayur yang dijual rusak dan dibuang.

Baca Juga:  Dekatkan Pelayanan, Bapenda Kaimana Gelar Pekan Panutan PBB di Empat Titik

Para pedagang berharap agar Pemerintah Daerah memberikan perhatian, sehingga kesulitan ekonomi yang mereka hadapi selama pandemi Covid-19 ini bisa teratasi. Dukungan pemerintah berupa bantuan Covid-19 sangat diperlukan.

“Kalau bisa bantuan Covid-19 yang pemerintah siapkan bisa dibagi merata untuk masyarakat. Kemarin ada bantuan tapi tidak merata, hanya orang tertentu saja yang mendapat bantuan itu,” keluh pedagang. |DWI|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Tahun Ini, DKPP Kaimana Fokus Pengembangan Padi di Tiga Kawasan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tahun ini, selain komoditas lainnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *