
TERHITUNG sudah enam bulan lamanya pandemi Covid-19 menghantui kehidupan masyarakat hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi. Hal ini dirasakan pula oleh para pedagang sayur di Pasar Inpres Air Tiba, Krooy.
Mereka mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi. Pengunjung yang nota bene merupakan pembeli tidak lagi ramai seperti sebelum kasus Corona mewabah.
Menurut beberapa pedagang, sepinya kunjungan terjadi pada bulan Agustus. “Agustus kemarin memang parah sekali. Sampai kadang pulang hanya dapat 50.000 sehari, kadang kurang dari itu. Untuk bisa pulang pulang saya terpaksa pinjam uang dari teman supaya bayar ojek,” ujar Ibu Salamuk.
Selain ibu Salamuk, ibu Yuliana dan Ibu Maryance juga mengeluhkan hal yang sama. “Dulu sebelum corona masih bisa bawa pulang 400.000, tapi sejak corona ini hanya bisa bawa pulang 100.000 atau 200.000 paling banyak,” ungkap keduanya.
Disamping sepinya pembeli, tidak adanya tempat atau perusahaan yang bisa menampung sayur-sayuran milik pedagang, menyebabkan sayur yang dijual rusak dan dibuang.
Para pedagang berharap agar Pemerintah Daerah memberikan perhatian, sehingga kesulitan ekonomi yang mereka hadapi selama pandemi Covid-19 ini bisa teratasi. Dukungan pemerintah berupa bantuan Covid-19 sangat diperlukan.
“Kalau bisa bantuan Covid-19 yang pemerintah siapkan bisa dibagi merata untuk masyarakat. Kemarin ada bantuan tapi tidak merata, hanya orang tertentu saja yang mendapat bantuan itu,” keluh pedagang. |DWI|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik