
KAIMANANEWS.COM- Kabar tak sedap datang dari SMP Negeri Pulau Adi, Distrik Buruway, Kaimana. Sudah kurang lebih empat bulan lamanya, sejak Oktober 2021, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dari belasan guru yang harusnya mengabdi di sekolah ini, hanya dua yang masih bertahan. Sementara lainnya, sejak bulan November 2021 belum kembali melaksanakan tugas. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar hanya digelar satu kali dalam seminggu yakni pada hari Senin.
Ketua Komite SMPN Pulau Adi, Andreas Farnatubun menyampaikan ini, Jumat (11/2/2011) saat bersama salah satu perwakilan orangtua siswa, Febianus Ohoiwutun datang bertemu Kepala Dinas Pendidikan untuk melaporkan masalah ini.
Ketua Komite Sekolah mengatakan, anak-anak saat ini, terutama yang sedang duduk di kelas IX sangat membutuhkan kehadiran guru-guru untuk memaksimalkan persiapan mereka menghadapi ujian nasional yang tidak lama lagi akan digelar.

Ia juga menjelaskan, selain guru-guru yang belum kembali ke kampung sejak bulan November 2021, kepala sekolah juga sejak bulan Oktober juga hanya sesekali hadir untuk melihat kondisi sekolah.
“Mungkin karena beliau pimpinan dan ada urusan dinas sejak Oktober 2021 jadi hanya pulang pergi meninjau lokasi. Tapi guru-guru bantu ini, mulai dari awal November 2021 itu sampai sekarang belum kembali ke tempat tugas. Guru yang tinggal disana hanya 2 orang, makanya proses belajar mengajar hanya sekali seminggu yaitu hari Senin,” ungkapnya.
Menurut Ketua Komite dan perwakilan orangtua siswa, beberapa hari lalu, komite sekolah dan orangtua murid menggelar rapat sederhana. Karena 2 guru tidaj bersedia hadir, rapat akhirnya digelar di teras sekolah. Dalam rapat, para orangtua murid meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengambil tindakan.
“Karena orangtua ini prihatin terhadap anak-anak kelas 9 lalu kami bahas bagaimana solusinya. Sebenarnya orangtua murid kemarin itu mau palang sekolah karena kecewa tapi kami dengan satu Polisi menolak untuk tidak boleh ada pemalangan sehingga akhirnya para orangtua mengalah,” terang Andreas.
Ia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas sudah memerintahkan pengawas sekolah untuk mencari guru-guru yang ditempatkan di SMPN Pulau Adi untuk segera kembali ke tempat tugas. “Kami berharap ini benar-benar terlaksana, supaya proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai yang diharapkan,” pungkasnya. |RED|KN1|




KAIMANA NEWS Media Informasi Publik