
KAIMANANEWS.COM – Pasca diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Kaimana pada Senin 5 Oktober 2026, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaimana saat ini mulai memberikan pelayanan CT Scan (Computed Tomography Scan) dan Mammography kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun untuk tahap awal, pelayanan CT Scan akan dilakukan tanpa Kontras, karena beberapa tenaga Radiografer sedang mengikuti pelatihan. Pelayanan menggunakan Kontras akan dimulai bulan Januari 2027.
Penanggungjawab layanan yang juga selaku Kepala Ruang CT Scan RSUD Kaimana, dr. Yushaniaty Tottong, Sp.Rad menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait teknis pelayanan CT Scan yang akan diberikan kepada masyarakat kedepan.
Dikatakan, pelayanan CT Scan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di RSUD Kaimana, karena selain sebagian besar pasien yang nanti akan dilayani adalah pengguna BPJS, juga pelayanan diberikan setelah ada permintaan dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien).

“Untuk mekanisme pelayanan CT Scan di RSUD Kaimana ini yang jelas akan dilakukan sesuai prosedur. Karena sebagian besar menggunakan BPJS jadi pelayanan dilakukan berdasarkan rujukan mitigasi atau permintaan CT Scan dari DPJP. Ketika ada permintaan dari DPJP kami akan kerjakan,” ungkapnya usai peresmian CT Scan dan Mammography, Senin (5/10/2026).
Lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini lebih lanjut menjelaskan, untuk tahap awal, pemeriksaan CT Scan akan dilakukan tanpa Kontras, karena sebagian besar dari 10 tenaga Radiografer belum mengikuti pelatihan.
“Untuk yang sekarang ini masih pemeriksaan CT Scan tanpa Kontras, karena untuk Radiografer CT belum pelatihan secara menyeluruh. Mereka harus mengikuti pelatihan dulu dan pelatihan itu akan dilaksanakan Desember. Jadi untuk layanan dengan Kontras itu akan dimulai Januari 2027,” ungkap Dokter Atty biasa disapa.
Dijelaskan, layanan CT-Scan ini berfungsi untuk membantu ketepatan diagnostic. “Jadi gambaran jaringan itu jadi lebih jelas, terutama untuk benjolan. Dengan penggunaan Kontras itu semakin meningkatkan akurasi. Tapi karena sementara ini belum ada Kontras jadi efek sekunder penyebab benjolan itu saja dulu yang dievaluasi,” pungkasnya. |isw|




KAIMANA NEWS Media Informasi Publik