
KAIMANANEWS.COM – Tim Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Kaimana sejak tahun 2021 terus berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi bagi peningkatan kapasitas masyarakat di kampung.
Edukasi diberikan agar setiap rumah tangga di kampung memperoleh pendapatan yang stabil dan memadai dari pengembangan produksi berbasis komoditas sebagai mata pencaharian yang berkelanjutan.
Fasilitator Tata Kelola Desa Program TEKAD Kabupaten Kaimana, Bonifasius Maximus Beruatwarin menyampaikan ini, Senin (25/3/2024).
Dikatakan, Tekad merupakan program utama dari 5 program prioritas nasional yang dikhususkan untuk wilayah Indonesia Timur. Tekad bekerjasama dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD) dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)
Tujuan dari program ini terang Bonifasius adalah agar setiap rumah tangga di kampung memperoleh pendapatan yang stabil dan memadai dari pengembangan produksi berbasis komoditas pada masing-masing kampung guna meningkatkan perekonomian melalui mata pencaharian yang berkelanjutan dan memperoleh keuntungan melalui penguatan tata kelola di tingkat kampung dan kabupaten melalui dukungan dari Kemendes PDTT.
Dijelaskan, program TEKAD sendiri menyasar 5 provinsi yang masuk dalam kategori daerah tertinggal yakni Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di Provinsi Papua Barat ada 7 kabupaten yang tersentuh program Tekad yakni Kabupaten Manokwari, Pegaf, Manokwari Selatan, Maybrat, Raja Ampat, Fak-Fak dan Kaimana.
“Khusus Kabupaten Kaimana, ada 4 lokus di 4 distrik yaitu Distrik Kaimana, Buruway, Kambrauw dan Distrik Arguni Bawah. Pada tahap pertama berkisar 15 kampung sudah berjalan sejak 2021 hingga 2023,” jelasnya.
Dijelaskan, untuk tahun 2024, kegiatan program Tekad di empat distrik telah memasuki tahap dua, namun ada penambahan 21 kampung sehingga fasilitator juga ditambah sebanyak 12 orang, yang terdiri dari 11 fasilitator distrik, 1 fasilitator kabupaten yang akan ditugaskan pada 4 Distrik.
“Program TEKAD dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat desa agar dapat berkontribusi pada transformasi pedesaan dan pertumbuhan inklusif di Indonesia Timur,”pungkasnya. |SMI|RED|






KAIMANA NEWS Media Informasi Publik