Home / Ekonomi Bisnis / Fenomena Antrian Panjang di SPBU, Tofiq: Karena Mayoritas Masyarakat Kaimana Memilih Pertalite

Fenomena Antrian Panjang di SPBU, Tofiq: Karena Mayoritas Masyarakat Kaimana Memilih Pertalite

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Kaimana, Tofiq Hamid memberikan penjelasan soal fenomena antrian panjang yang saban hari terjadi depan SPBU Kaimana hingga terkadang menimbulkan kemacetan lalulintas.

Antrian panjang tersebut terjadi karena mayoritas masyarakat Kaimana memilih BBM jenis pertalite untuk kendaraannya yang harganya lebih murah dibanding pertamax.

Sementara pasokan pertalite sendiri dari Pertamina ke SPBU sebulannya hanya sebanyak 248 Kilo Liter (KL). Sehingga tak heran jika kepadatan kendaraan yang ingin mendapatkan pertalite sering terjadi sejak pagi hingga sebelum jam istirahat siang sesuai jumlah banyaknya pertalite yang dipasok pertamina setiap harinya.

Tofiq menjelaskan, kuota BBM jenis pertalite dari pertamina ke SPBU telah dipatok sebanyak 248 KL. Jumlah itu tidak bisa lagi ditambah karena merupakan jenis bahan bakar minyak bersubsidi.

Baca Juga:  OJK Papua Gandeng BI dan Bank Papua Gelar ‘Nokenku’ Bersama OPD Kaimana

“Jika kita bagi dalam sebulan, SPBU Kaimana hari Senin dan Selasa menerima sebanyak 8KL, hari Rabu 10 KL, Kamis dan Jumat kembali 8 KL, hari Sabtu kita terima 10 KL,” terang Tofik, Senin (5/9/2022).

Dirinya juga menambahkan pasca kenaikan BBM tanggal 3 September kemarin, Pertamina telah memberikan arahan soal distribusi BBM. Sementara untuk waktu operasional SPBU sendiri tidak mengalami perubahan, yakni buka pada Pukul 07.30 WIT sampai Pukul 20.00 WIT.

“Salah satu alasan antrian panjang saat pagi hari di SPBU adalah karena BBM jenis pertalite baru bisa didistribusikan kepada masyarakat setelah pasokan dari Pertamina tiba paling lambat pukul 9.30 WIT,” bebernya.

Baca Juga:  Anggota DPRPB Arifin Minta Pemerintah Daerah Fokus pada Program Perbaikan Ekonomi Rakyat

Adapun alasan lain terjadinya antrian menurut Tofik adalah mayoritas masyarakat Kaimana lebih memilih BBM jenis pertalite yang harganya lebih murah dibanding pertamax.

“Masyarakat lebih memilih pertalite sehingga mereka rela menunggu bahkan antri lama demi untuk mendapat pertalite. Sedangkan untuk BBM jenis pertamax dan dexlite stoknya kita layani sesuai keinginan pembeli,” ujarnya.

Terpisah Kepala PT. Pertamina Depot Kaimana, Muhammad Wahyu ketika dikonfirmasi terkait stok BBM menjelaskan, stok BBM secara keseluruhan tersedia dan aman untuk 30 hari kedepan. Ia enggan merincikan jumlah pasokan BBM ke SPBU setiap harinya. |FSJ|RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

James Furima Minta DKPP Kaimana Bantu Kembangkan Lagi Kopi ‘Frur Ngguin’ Arguni

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Wilayah Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana pada tahun 1980-an pernah menghasilkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *