
KAIMANA- Mencegah bertambahnya jumlah penderita kanker payudara dan kanker serviks yang mencapai 8 kasus pada tahun 2017 dan 2018, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Kaimana melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) pendeteksian dini kanker payudara dan serviks bagi ibu rumah tangga, termasuk Wanita Usia Subur (WUS).
Baksos yang diawali sosialisasi tentang pentingnya SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) ini, dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT IBI yang ke-67, 24 Juni 2018 mendatang.
Ketua IBI Cabang Kaimana, Maria K. Adopak, A.Md.Keb ketika dikonfirmasi menjelaskan, Baksos yang bertujuan membantu masyarakat terutama kaum perempuan ini, dilaksanakan dibeberapa titik, diantaranya Balai Pengobatan Santo Martinus Krooy dan Puskesmas Kaimana.
Selain anggota IBI lanjutnya, kegiatan yang dilaksanakan 9-12 Mei 2018 ini juga turut dibantu tenaga perawat dan dokter dari RSUD serta Puskesmas Kaimana. Dijelaskan, sosialisasi SADARI bertujuan mengarahkan kaum ibu maupun WUS, melakukan pengecekan sendiri payudara guna mendeteksi gejala yang menjurus kepada tumor atau kanker payudara.
Setelah sosialisasi dan pemeriksaan payudara, dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi gejala kanker serviks. “Dua jenis penyakit ini menjadi fokus kami dalam kegiatan bakti sosial. Ini kami lakukan karena dua jenis penyakit ini merupakan pembunuh wanita nomor satu dan dua di dunia, termasuk juga di Kaimana,” jelas Maria Adopak.

Lebih jauh Kepala Seksi KIA dan Repoduksi Bidkesga Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana ini menjelaskan, kasus kematian akibat dua penyakit ini terjadi juga di Kaimana yakni pada tahun 2017 sebanyak 5 kasus, dan tahun 2018 sudah ada 3 kasus.
“Kenapa ini kami lakukan karena kasus kematian akibat dua penyakit ini ada juga di Kaimana. Tahun 2017 ada 5 kasus, dan tahun 2018 sudah ada 3 kasus,” jelasnya via whatsapp.
Ditambahkan, untuk kegiatan yang sama, IBI juga akan mengunjungi Kampung Kooy Distrik Kambrauw. Sekembali dari Kooy, IBI rencananya akan menggelar seminar masalah kesehatan, didalamnya termasuk kanker payudara dan serviks yang akan menghadirkan dokter spesialis, juga melibatkan Pemerintah Daerah terkait kebijakan bidang kesehatan. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik