
KAIMANA- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Kosmas Sarkol, S.Pd angkat bicara terkait informasi yang beredar di media sosial tentang tiga pelajar yang merayakan kelulusan dengan mengenakan atribut BK (Bintang Kejora).
Ia meminta semua pihak tidak membesarkan-besarkan dan mempolitisir, atau bahkan memprovokasi persoalan ini, karena yang dilakukan para pelajar ini hanya sebuah ungkapan kegembiraan saat merayakan kelulusan.
Sarkol menegaskan ini saat menyampaikan keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (14/5/2019). Kepada sejumlah wartawan, Sarkol mengatakan, tiga anak ini tidak memiliki niat yang kurang baik pada saat menggunakan baju dimaksud.
“Anak-anak ini hanya meluapkan kegembiraan saja. Kita punya anak-anak ini sudah tahu atribut bintang kejora ini orang pakai saja, baju lah, tas lah biasa orang pakai. Kecuali mereka-mereka ini ada punya hubungan dengan kelompok-kelompok separatis atau kelompok yang menentang pemerintah. Tapi saya yakin dan percaya, anak-anak ini tidak ada niat yang kurang baik,” tegas Sarkol.
Lebih lanjut Sarkol tegaskan, negara kita adalah negara hukum. Jika memang tindakan anak-anak ini melanggar hukum, maka biarkan pihak Kepoisian yang membuktikannya melalui keterangan yang mereka berikan. Keterangan dari anak-anak ini lanjut Sarkol juga dibutuhkan, untuk mengetahui bilamana aktor atau kepentingan lain dibalik semua ini.
“Hanya mereka memang perlu mendapatkan keterangan, mungkin ada aktor-aktor lain dibalik semua ini atau mungkin ada pihak yang mempunyai kepentingan dengan menjadikan mereka sebagai obyek. Jika persoalan berlanjut, sebagai penyelenggara pendidikan kami tetap mengkawalnya, karena jangan sampai anak-anak ini ditunggangi oleh kepentingan pihak lain lalu merusak masa depan mereka,” tegas Sarkol.
Menutup keterangannya, Sarkol mengajak semua pihak untuk memberikan pemahaman yang positif kepada anak-anak ini sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan mereka. Semua pihak juga diminta agar tidak terprovokasi atau bahkan mempolitisir masalah ini, karena penggunaan atribut ini merupakan hal yang biasa.
“Kita hanya perlu menasehati mereka, memberikan pemahaman yang positif demi masa depan mereka. Sebagai pimpinan pendidikan dan mewakili Pemerintah Daerah saya minta semua pihak agar tidak perlu terhasut oleh pihak yang sengaja memprovokasi. Tidak boleh juga mempolitisir masalah ini, anak-anak ini masih polos dan masa depan mereka masih panjang,” pungkas Sarkol. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik