
KAIMANANEWS.COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah Kawasan Konservasi Perairan Daerah (UPTD-KKPD) Dinas Perikanan dan Kelautan Papua Barat bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kaimana kembali menggelar pelatihan dan lokakarya penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP), 13-16 Juni 2023.
Pelatihan dan lokakarya kali ini dikhususkan pada lokasi Taman Wisata Perairan (TWP) Area II Arguni dengan melibatkan perwakilan OPD, tokoh masyarakat, mitra LSM dan perusahaan perikanan, serta perwakilan masyarakat dari lima group besar di wilayah Teluk Arguni.
Pelatihan dipusatkan di Kaimana Beach Hotel dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD-KKPD Kaimana, Eli Auwe, A.Pi, Selasa (13/6/2023). Pelatihan menghadirkan fasilitator dari Environmental Defense Fund (EDF).
Kepala UPTD KKPD Eli Auwe saat dikonfirmasi menjelaskan, pelatihan dan lokakarya ini bertujuan, meningkatkan pemahaman stakeholder utama perikanan di kampung-kampung Arguni yang meliputi group besar Feternu, Genova, Furnusu, Sawi dan Tugarni tentang pentingnya pengelolaan perikanan.
Selain itu lanjut mantan Sekretaris Dinas Perikanan Kaimana ini, bertujuan memberikan pelatihan singkat tentang sistim pengelolaan perikanan berkelanjutan; membangun kesepakatan di tingkat TWP Area II Arguni untuk membentuk tim perencanaan; serta menyusun draft rencana detail pengelolaan perikanan berkelanjutan di dalam TWP Area II Arguni.

Dijelaskan, pelatihan dan lokakarya ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengumpulan informasi tentang karakteristik perikanan di wilayah TWP II Arguni menggunakan metode RAFMS (Rapid Assesment For Management System) yang dilaksanakan pada 26 Oktober hingga 4 November 2022 lalu.
“Hasil kegiatan RAFMS kemudian dikonsultasikan kembali di tingkat TWP Area II Arguni. Setelah melaksanakan kegiatan konsultasi di tingkat TWP, hasil RAFMS kemudian dikonsultasikan lagi di tingkat kabupaten,” terang Eli.
Lanjutnya, untuk menindaklanjuti informasi dan masukan tentang kondisi perikanan di Arguni lanjutnya, maka dianggap perlu menyusun perencanaan yang baik agar pengelolaan perikanan di kawasan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi selain manfaat perlindungan masyarakat.
“Untuk mendukung rencana tersebut, maka diperlukan tim bersama pemerintah, masyarakat lokal dan mitra terkait lainnya dalam satu wadah Tim Perencana Bersama,” ungkapnya sembari berharap, dalam penyusunan draft rencana detail pengelolaan perikanan berkelanjutan di dalam TWP Area II Arguni ini, perwakilan dari masing-masing kampung diharapkan dapat memberikan masukan. |SMI|RED|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik