
KAIMANANEWS.COM – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Kaimana, Papua Barat dimeriahkan dengan sejumlah lomba melibatkan guru dan siswa tingkat SD dan SMP. Lomba digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana melalui panitia khusus yang dibentuk.
Pantauan Kaimana News.Com, setelah lomba vocal group yang dilaksanakan sehari sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), Dinas Pendidikan menggelar lomba tari Chacha melibatkan guru antar sekolah, serta lomba Yosim Pancar (Yospan) melibatkan siswa antar sekolah.
Lomba dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Jalan Casuarina, Krooy. Lomba yang menghadirkan tiga tim juri ini, diikuti oleh 6 regu Chacha, 6 regu Yospan tingkat SD dan 6 regu Yospan tingkat SMP.

Dari lomba yang digelar ini, untuk tari Chacha juara I diraih guru SMP Yapis, juara II guru SMP YPPK Santo Thomas Aquino, serta Juara III diraih guru SMPN 2.
Sementara lomba Yospan tingkat SD; Juara I diraih SD Inpres II, Juara II SD Yapis, Juara III SDN 2, Juara IV SD Muhamadiyah, serta juara Favorit diraih Madrasah Alfattah. Sedangkan untuk tingkat SMP; Juara I diraih SMP YPPK Santo Thomas Aquino, Juara II SMP Yapis, Juara III SMP Negeri 2 dan Juara IV SMP Negeri 3.
Hadiah bagi para pemenang diserahkan langsung setelah pelaksanaan lomba, masing-masing oleh Asisten III Setda Kaimana, Zakeus Djanoma untuk tingkat SD dan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Julius Nanay untuk tingkat SMP.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Julius Nanay saat dikonfirmasi menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan lomba yang digelar ini, selain dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, juga sekaligus menggali bakat dan potensi siswa-siswa dalam bidang seni dan tari.
Dikatakan, melalui lomba vocal group dan tari Yospan, diharapkan anak-anak termotivasi untuk menekuni dunia seni dan tari, serta menjadi generasi pewaris budaya Papua, terutama melalui tari Yospan.
“Tujuan dari pelaksanaan lomba ini, selain memeriahkan Hardiknas, juga Dinas Pendidikan melihat bahwa pembentukan karakter siswa melalui pengembangan minat dan bakat di dunia seni dan tari perlu juga dilakukan, sehingga mereka termotivasi untuk menekuninya. Ini juga baik untuk anak-anak dalam mengembangkan potensi diri,” ungkap Julius Nanay. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik