
KASUS perampokan disertai pembacokan terjadi, Senin (23/9/2019). Kasus ini menimpa Ariani, seorang penjaga kios bercat ungu di Jalan Perumahan DPRD, Air Tiba Krooy. Korban mengalami luka sobek akibat sayatan benda tajam pada bagian dahi. Ariani dianiaya orang tak dikenal yang memaksa masuk kios miliknya.
Peristiwa ini terjadi sekitar Pukul 02.00 WIT, saat korban dan tetangga lainnya sedang tidur pulas. Saat itu, korban mendengar pelaku mengetuk pintu, namun karena tidak dibuka, pelaku langsung menyerobot masuk melalui pintu depan yang kebetulan tidak dikunci. Sempat terjadi perlawanan dari korban karena pelaku berusaha merampok hanphone miliknya.
Kasat Reskrim Polres Kaimana, AKP Marasi Kindly Harianja, SE, SIK menyampaikan ini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/9/2019). Menurut Kasat, saat kejadian sempat terjadi perlawanan dari korban, yang menyebabkan pelaku mengambil pisau dan menghunusnya ke dahi korban.
Dengan darah yang mengucur lanjut Kasat, korban berlari keluar sambil berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar rumah. Mendengar teriakan, anak korban keluar dan sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku. Akibat panik, pelaku yang identitasnya sudah terekam kamera CCTV ini melarikan diri.
Hingga berita ini diturunkan, barang bukti berupa senjata tajam yang dipakai pelaku untuk menganiaya korban telah diamankan pihak Kepolisian Resor Kaimana untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara barang bukti lainnya berupa CCTV milik salah satu toko yang dekat dengan lokasi kejadian juga sudah diamankan sebagai acuan bagi pihak Kepolisian untuk mengindentifikasi ciri-ciri pelaku.
“Ada salah satu CCTV yang menjadi acuan pemeriksaan kami, namun saat ini kami belum bisa membukanya karena pemiliknya lupa pasword. Kami telah melakukan kontak dengan teknisinya yang ada di Surabaya untuk membukanya supaya kami dapat mengidentifikasi ciri-ciri pelaku,” ungkap Kasat.
Ditambahkan, karena mengalami luka bacok dengan 6 jahitan di dahi, korban masih dirawat di RSUD Kaimana. Korban juga mengalami trauma sehingga menyulitkan pihak Kepolisian untuk mengambil data yang akurat.
Berkaca pada kasus ini, Kasat reskrim mengajak masyarakat Kaimana agar lebih hati-hati dengan melakukan pemeriksaan pintu dan jendela sebelum tidur. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik