
GUBERNUR Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengingatkan, Pilkada serentak Tahun 2020 harus berjalan aman, tertib dan damai.
Seluruh kontestan Pilkada, termasuk para pendukung dan simpatisan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, serta menghindari hoax, saling fitnah dan saling menjatuhkan.
Penegasan orang nomor satu Papua Barat ini disampaikan melalui video conference (vicon) dalam rapat penanganan disiplin dan penegakan hukum pelaksanaan protokol kesehatan pada Pilkada serentak tahun 2020 yang difasilitasi Polres Kaimana, Rabu (16/9/2020).
Hadir dalam rapat ini, Cabup Rita Teurupun dan Cawabup Leonardo Syakema, Cawabup Hasbullah Furuada tanpa Cabup Fredy Thie yang berhalangan hadir, KPU, Bawaslu dan elemen penting lainnya.
Lebih jauh Gubernur Dominggus Mandacan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus covid-19 di Papua Barat, dengan mematuhi protokol kesehatan.
Gubernur juga mengajak kontestan Pilkada, termasuk tim pendukung dan simpatisan untuk mengikuti seluruh tahapan Pilkada dengan sabar dan saling menghargai satu sama lain.
“Mari kita menghargai semua tahapan yang ada. Kedepankan visi-misi dan program, hindari hoax, fitnah, dan upaya saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Karena kita semua keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Dominggus Mandacan juga berharap agar pihak KPUD dan BAWASLU, benar-benar serius menjalankan tugas terkait Pilkada. Ia juga berpesan kepada ASN agar tetap netral dan tidak melakukan keberpihakan dalam pesta demokrasi ini.
Sementara Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Turnagogo Sihombing, kesempatan yang sama juga mengingatkan terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Dikatakan, selama ini pihak Kepolisian Daerah Papua Barat telah menolak dengan keras segala bentuk aksi demonstrasi yang berpotensi meningkatkan penyebaran Covid melalui kerumunan.
Oleh karenanya, terkait pilkada serentak 9 Desember mendatang, dirinya meminta semua pihak untuk mematuji protokol kesehatan.Pelaksanaan Pilkada akunya, berisiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19.
“Hari pencoblosan dapat berpotensi jadi ledakan kasus covid-19 kalau kita tidak serius menerapkan protokol kesehatan. Kesehatan masyarakat tetap menjadi hal yang diutamakan,” tegasnya. |DWI|AWI|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik