
KAIMANA- Tahun ini menjadi tahun pertama bagi SMP Negeri I Kaimana melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah menengah pertama tertua di Kaimana ini, akan mengikutsertakan 151 siswa menghadapi UNBK yang tersisa kurang lebih dua bulan lagi akan digelar.
Kepala SMP Negeri I Kaimana, Petrus Aroan, ST saat dikonfirmasi terkait kesiapan pihaknya menghadapi UNBK mengatakan, pihak sekolah cukup siap menghadapi UNBK, baik dengan memaksimalkan penyampaian materi, pengayaan hingga simulasi dan sosialisasi.
“Persiapan memang sudah lama berjalan. Saya sendiri juga baru 10 hari bertugas disini. Tapi bapak-ibu guru sudah sering melaksanakan pengayaan. Simulasi dan sosialisasi juga sudah dilaksanakan sekali. Tahun ini pertama kali kami melaksanakan UNBK,” terang Aroan, Selasa (12/2).
Namun yang menjadi kendala bagi sekolah ini lanjutnya, jumlah komputer untuk penyelenggaraan UNBK tidak seimbang dengan jumlah peserta. Fasilitasi komputer yang tersedia saat ini hanya sebanyak 53 unit, sementara jumlah siswa yang akan mengikuti ujian sebanyak 151 orang. Dengan jumlah ini, dikuatirkan pelaksanaan ujian akan selesai sore hari.
“Fasilitas komputer kami sangat kurang, tapi bagaimana pun ini aturan nasional bahwa setiap sekolah harus melaksanakan UNBK. Komputer ada 53 unit, sedangkan jumlah peserta 151 orang. Idealnya komputer minimal 90 sampai 100 unit supaya UNBK hanya 2 sesi, karena kalau 3 sesi sangat merugikan anak-anak yang terpaksa ujian sampai sore,” mantan guru SMP YPPK Kaimana ini.
Ditambahkan, untuk mengatasi kekurangan ini, pihaknya akan coba mengajukan tambahan komputer ke Dinas Pendidikan. “Butuh sekitar 50 unit lagi dan kami akan coba ajukan permohonan bantuan ke dinas. Tetapi kalau tidak memungkinkan, kami tetap siap hadapi. Targetnya tidak muluk-muluk, tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” pungkasnya. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik