
KAIMANANEWS.COM – Puluhan pengemudi (sopir) angkutan kota mewakili 35 lainnya mendatangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kaimana, Rabu (22/10/2025).
Mereka hadir menyerahkan pernyataan sikap keluar dan tidak lagi bergabung dengan OSM (Organisasi Sopir Merbau) dan telah sepakat membentuk organisasi sendiri yang diberi nama PUSTAKA (Persatuan Sopir Taksi Kota Senja Kaimana).
Pantauan media ini, tampak belasan kendaraan berwarna putih dan kuning memadati halaman Kantor Kesbangpol Kaimana. Keberadaan kendaraan dengan puluhan orang di halaman Kantor Badan Kesbangpol ini cukup menyita perhatian warga yang melintas.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas Badan Kesbangpol Kabupaten Kaimana, Philipus Warwey, S.Sos saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, kedatangan sopir angkutan umum yang berjumlah 53 orang tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi bahwa akan keluar dari organisasi lama dan membentuk organisasi baru yang bernama Pustaka.
“Kami dari Kesbangpol menyarankan agar mereka terlebih dahulu mengisi formulir persyaratan dan organisasinya harus berbadan hukum yang disahkan oleh akta notaris. Setelah itu ada dan lengkap, baru mereka boleh mendaftar kesini,” terang Warwey.
Terpisah, juru bicara Pustaka yang juga berkedudukan sebagai Wakil Ketua I, Rizal Matdoan pada kesempatan yang sama membenarkan bahwa tujuan mereka mendatangi Kantor Badan Kesbangpol adalah dalam rangka menyerahkan surat pernyataan sikap bahwa akan membentuk Pustaka dan tidak lagi bergabung dengan OSM.
“Sesuai permintaan dari Kesbangpol bahwa kami harus menyampaikan pernyataan resmi makanya kami datang serahkan. Kami ucapkan terima kasih kepada Kesbangpol yang telah menerima kami dengan baik. Ada persyaratan yang perlu kami lengkapi, kami akan jalani sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Matdoan.
Ia juga membeberkan alasan pihaknya membentuk organisasi baru terpisah dari OSM karena para sopir Pustaka hidup dan mencari nafkah di Kabupaten Kaimana, sehingga nama yang digunakan sebagai payung bagi para sopir berteduh harus menggunakan nama Kaimana.
“53 anggota sudah buat pernyataan sikap kami akan berdiri sendiri dan kami punya persatuan itu namanya Pustaka. Kami tidak pakai nama lain tapi kami pakai nama Persatuan Sopir Taksi Kota Senja Kabupaten Kaimana. Kenapa? karena kami cari uang di Kaimana, minum air Kaimana, cari makan di Kaimana, kami hidup di Kaimana, maka wajib hukumnya persatuan kami untuk pakai nama Kaimana,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik