Home / Berita Utama / Tangani Covid-19, RSUD Kaimana Butuh Puluhan Ribu APD dan Rapid Test

Tangani Covid-19, RSUD Kaimana Butuh Puluhan Ribu APD dan Rapid Test

Bagikan Artikel ini:

Tenaga dokter dan perawat di IGD RSUD Kaimana yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pasien Covid-19.

SECARA epidemiologi dengan melihat tingkat penyebaran penyakit hingga beberapa bulan kedepan, persentase kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 pada RSUD Kaimana diperkirakan mencapai 30.000 buah. Jumlah ini diperlukan karena APD sifatnya disposible atau sekali pakai langsung buang.

Saat ini, ketersediaan APD untuk para perawat dan dokter yang akan menangani pasien baru mencapai kurang lebih 600 buah. Sementara jumlah dokter dan perawat di bagian IGD dan ruang isolasi yang wajib mengenakan APD cukup banyak.

Demikian pula Rapid Test, saat ini jumlahnya baru sekitar 120 buah, sehingga perlu adakan penambahan mengingat pemakaian rapid test sendiri sifatnya sama seperti APD yakni disposible atau sekali pakai langsung buang

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaimana, dr. Albert Kapitarau, Sp.B menyampaikan ini menanggapi pertanyaan wartawan terkait kebutuhan APD dan Rapid Test untuk menangani pasien OTG, ODP, PDP maupun positif corona di Kabupaten Kaimana.

Baca Juga:  24 Pra Bintara Noken Segera Dikirim ke Polda Papua Barat

Dijelaskan, saat ini jumlah APD yang diterima pihak Satgas baik dari bantuan Pemerintah Pusat melalui provinsi maupun yang didatangkan Pemda Kaimana dalam hal ini Bupati Kaimana, baru mencapai sekitar 600 buah. Sebagiannya sudah digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang mengunjungi IGD.

“Secara epidemiologi kemungkinan besar kita butuh APD sekitar 30.000 karena sekali pakai langsung buang. Kemarin itu datang 105 ditambah bantuan bersamaan dengan 15 koli itu, saya belum tahu pasti, tapi kalau saya lihat total semua sekitar 600. Itu sangat kurang dan bahkan hanya pakai untuk sebulan,” terang Dokter Albert, Selasa (7/4/2020).

Sementara rapid test jelas Dokter Albert saat ditemui di Posko Covid-19, jumlah yang diterima bersamaan dengan kedatangan 15 koli barang waktu lalu, sebanyak 120 buah.

Baca Juga:  Bantuan SPP Mahasiswa Akan Diproses Secara Online, Batas Akhir Semester 10

“Rapid test itu kebetulan Bupati kita punya kolega dengan Gubernur Sulut. Karena pengadaan Provinsi Sulut kelebihan mereka tawarkan ke kabupaten yang mau. Itu ada 15 koli, didalamnya ada 3 dos rapid test covid-19. Satu dos itu isinya 40 jadi kita punya saat ini ada 120 buah,” ungkapnya.

Dijelaskan, sebanyak 120 buah rapid test ini, dipakai di IGD RSUD karena penentuan pasien ODP, PDP maupun positif, semua dipusatkan di RSUD. Satu alat dipakai untuk sekali pemeriksaan dan pemeriksaan untuk satu pasien bisa dilakukan dua kali dengan alat baru.

“Satu alat itu kita pakai untuk satu kali pemeriksaan. Jadi begitu pemeriksaan pertama negatif tapi karena pasien ada riwayat kontak, kita akan periksa ulang lagi di hari ke 10 dengan rapid test baru. Makanya kebutuhan rapid test juga tinggi karena dia hanya sekali pakai dan satu pasien bisa dua kali lakukan pemeriksaan,” pungkasnya. |AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Lapas Kaimana Gelar Tasyakuran Rayakan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana menggelar kegiatan tasyakuran memperingati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *