
SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Kabupaten Kaimana ditetapkan menjadi CoE (Centre of Excellence) atau pusat keunggulan pengelolaan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kaimana.
Mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan, beberapa waktu lalu sekolah ini mendapat bantuan dana untuk pengolahan hasil perikanan sebesar Rp.3 Miliar lebih dari Direktorat Pengembangan SMK.
Menindaklanjuti kepercayaan yang diberikan ini, Senin (16/11/2020) bertempat di Rumah Makan Belia, pihak SMKN 1 menggelar Workshop Sosialisasi Penyusunan Dokumen Pembelajaran dan Penjamin Mutu SMK CoE yang akan dilaksanakan selama dua hari.
Workshop yang dibuka Kepala SMKN I Rianto Alolinggi, S.Pd dengan melibatkan para guru ini, menghadirkan dua nara sumber yakni, Aries Dewabroto dan Pengawas dan Pembina SMA/SMK Kabupaten Kaimana Sahri, S.Pd, M.Si sekaligus mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.
Kepala SMKN 1 Rianto Alolinggi dalam sambutannya mengatakan, penetapan SMK Negeri 1 sebagai CoE pengolahan hasil perikanan ini, sejalan dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Kaimana di bidang kelautan dan perikanan.

“Beberapa waktu lalu kami menandatangani bantuan dari Direktorat Pengembangan SMK dengan nilai sebesar lebih dari Rp.3 Miliar. Ini sejalan dengan keunggulan daerah, yang mana kita di Kaimana ini memang sudah berkiblat ke laut sebagai sumber kehidupan. Dalam logo sekolah kita, latar belakang laut yang bergelombang itu melambangkan tantangan dan harapan yang ada di laut,” ungkapnya.
Dikatakan, dalam pengembangan CoE ini, SMKN 1 dituntut untuk melihat potensi kelautan, seperti ikan dan rumput laut, yang bisa diolah menjadi produk makanan atau jenis lainnya untuk dikonsumsi dalam jangka pendek dan jangka waktu yang lebih panjang atau yang sering disebut makanan kemasan.
“Kita harus sampai pada pengolahan makanan dengan sistim pengemasan yang memenuhi standar industri dan kesehatan sehingga bisa dinikmati oleh orang diluar Kaimana. Untuk itu, hari ini digelar workshop untuk persiapkan semuanya. Kita tunjukkan keunggulan itu untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan daerah,” ujar Rianto.
Whorkshop tambah dia, digelar untuk mempersiapkan dokumen pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pengolahan produk perikanan. “Karena dipercaya menjadi CoE atau pusat keunggulan maka para guru harus disiapkan terlebih dahulu,” pungkasnya. |TOB|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik