Home / Berita Utama / Malaria Masih Mengintai, Dinkes Ajak Masyarakat Manfaatkan Kelambu

Malaria Masih Mengintai, Dinkes Ajak Masyarakat Manfaatkan Kelambu

Bagikan Artikel ini:

PENYAKIT Malaria hingga saat ini masih mengintai kehidupan masyarakat di Kabupaten Kaimana. Pada Agustus 2020, terjadi peningkatan kasus di beberapa kampung. Oleh karenanya, masyarakat diajak untuk memanfaatkan kelambu yang telah disebarkan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Oldri Lahamini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/11/2020).

Dikatakan, untuk menekan lajunya angka penderita malaria, pihak Dinas Kesehatan telah menyalurkan ribuan kelambu ke setiap Puskesmas maupun Pustu, untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai tindakan pencegahan pertama pada malaria.

Oldri berharap, kelambu yang telah dibagikan, dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya. Untuk mengecek pemanfaatan kelambu sebutnya, dalam waktu dekat tim khusus dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat akan turun ke beberapa distrik dan kampung.

Baca Juga:  Lantik PPD, Ketua KPU Tekankan Jaga Integritas dan Jalani Tugas Sesuai Regulasi

“Kelambu sudah didistribusikan ke semua Puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat. Dalam waktu dekat ini akan ada tim dari provinsi yang akan mengecek penggunaan kelambu tersebut. Nanti ada beberapa titik yang akan menjadi sasaran kunjungan, antara lain Bofuwer Distrik Teluk Arguni, Egerwara Distrik Arguni Bawah, Kambala Distrik Buruway, Jarati di Puskesmas Lobo dan Kiruru Distrik Teluk Etna,” terang Oldri.

Disisi lain Oldri akui, banyak warga yang mengabaikan fungsi kelambu. Kelambu yang dibagikan pemerintah, cenderung hanya disimpan hingga akhirnya rusak. Namun khusus di wilayah Yamor, kesadaran masyarakat dalam menggunakan kelambu cukup tinggi.

“Memang banyak juga yang begitu terima, kelambunya disimpan dan tidak dimanfaatkan. Tetapi kemarin waktu kami melakukan pengecekan ke Yamor, sebagian besar masyarakat sudah pakai. Artinya kesadaran mereka menggunakan kelambu cukup tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rudapaksa Dua Gadis di Pos Polisi dan Pasar Daging, Oknum Polisi Terduga Pelaku Segera Diperiksa   

Menutup keterangannya, Oldri jelaskan, sejauh ini secara keseluruhan, kasus malaria di Kabupaten Kaimana mulai mengalami penurunan. Namun pada bulan Agustus 2020 lalu, terjadi peningkatan kasus di Kampung Lobo Distrik Kaimana dan Kampung Kokoroba Distrik Teluk Arguni.

“Yang kasusnya meningkat di bulan Agustus kemarin itu, terbanyak di Lobo RT III, lalu di Kokoroba Distrik Arguni Atas. Pengobatan tetap jalan. Tapi yang masih menjadi kendala itu setelah pasien kembali ke rumah, terutama pemantauan saat konsumsi obat. Maksudnya orang yang mengawasi pasien minum obat di rumah itu tidak ada. Karena pengobatan malaria ini harusnya berkesinambungan seperti pengobatan TB dan lainnya. Kalau sampai tidak minum satu hari, berarti harus ulang lagi dari awal,” tutup Oldri. |AWI|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Distrik Kaimana Gelar Musrenbang RKPD 2027

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kaimana melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *