
KAIMANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait peningkatan kualitas pendidikan pada semua jenjang pendidikan di Kabupaten Kaimana, Rabu (1/11/2023).
Kegiatan yang digelar di Graha Santo Martinus Kaimana ini, melibatkan 130-an peserta yang terdiri dari para kepala sekolah dan guru dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK, pengurus PGRI, pengurus yayasan persekolahan dan lainnya.
Hadir membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi terkait arah kebijakan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Kaimana pada kesempatan tersebut, Bupati Kaimana Freddy Thie. Pemaparan kebijakan oleh Bupati diawali laporan singkat terkait perkembangan pendidikan oleh Kepala Dinas PPO, Ray Ratu Come.
Bupati Freddy Thie dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang digelar ini sangat penting dalam rangka membahas sekaligus menemukan solusi dan kesepakatan terkait masa depan pendidikan di Kabupaten Kaimana.
Dikatakan, semua elemen harus memiliki komitmen untuk bagaimana memajukan pendidikan di Kabupaten Kaimana, bukan hanya tentang sekolah gratis, sarana prasana, ketersediaan anggaran, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas guru untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan.
“Tadi Kepala Dinas sudah sampaikan pendidikan kita ada dimana saat ini, dan nanti kita mau kemana. Sehingga bagi saya pertemuan ini sangat penting untuk kita bicara tentang masa depan pendidikan di Kabupaten Kaimana,” ujar Bupati Freddy.
Dijelaskan, dalam waktu dekat tim anggaran akan menyusun APBD Tahun 2024, yang didalamnya termasuk untuk membiayai program pendidikan. Bupati berharap, melalui pertemuan yang digelar tersebut, lahir komitmen bersama untuk membawa pendidikan Kaimana kedepan semakin lebih baik.
Bupati juga menyoroti tentang penerapan kurikulum merdeka belajar, dimana jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum ini di Kaimana masih jauh dari harapan. Untuk itu, Bupati Freddy meminta pihak dinas dan sekolah memperhatikan masalah ini.
“Apa perlu kita memberikan reward atau penghargaan kepada sekolah atau guru-guru yang sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar di sekolah,” ujar Bupati memotivasi sekolah-sekolah yang belum melaksanakan kurikulum ini.
Setelaha pemaparan arah kebijakan pendidikan oleh Bupati Kaimana, dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab dengan para guru peserta FGD. Tampak para guru antusias saat menyampaikan saran maupun persoalan yang mereka hadapi selama ini dalam penyelenggaraan pendidikan. |RED|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik