Home / Berita Utama / HUT GKI 62, Jemaat Gwereshera Gelar Ibadah Syukur

HUT GKI 62, Jemaat Gwereshera Gelar Ibadah Syukur

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Dalam balutan tema besar “Datanglah KerajaanMu,” Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) se- Tanah Papua, Jumat (26/10/2018),  merayakan Hari Ulang Tahun ke-62.

Sebuah usia yang secara anatomi manusia merupakan usia yang tergolong sangat matang, terutama dalam sejarah pelayanan umat Allah di Tanah Papua.

Sama seperti di daerah lainnya di tanah Papua, di Kaimana, jemaat GKI juga merayakan hari jadi ke-62 ini dengan menggelar ibadah syukur di gerejanya masing-masing.

Di gereja GKI Gwereshera Kota Kaimana, ibadah syukur di gereja induk Klasis GKI Kaimana ini dipimpin Pdt. Sarah Motowi, S.Th. Ibadah yang dihadiri ratusan jemaat ini, dimeriahkan lagu puji-pujian dari sejumlah kelompok paduan suara.

Baca Juga:  Mayat Perempuan Bersimbah Darah Ditemukan di Gedung KNPI Kaimana

Setelah ibadah, dilanjutkan dengan resepsi sederhana di halaman gereja, yang diawali pemotongan kue ulang tahun oleh pemimpin ibadah yang juga merupakan mantan Ketua Klasis GKI Kaimana, bersama-sama pengurus GKI Gwereshera.

Pdt. Sarah Motowi dalam khotbahnya mengatakan, Gereja mendapat tugas untuk mengajak, membina, mendidik orang menjadi murid Yesus, yaitu menjadikan orang memiliki karakter, suka belajar, suka bekerja, suka dengar-dengaran dan menghormati Tuhan.

Sebagai gereja yang dipanggil dan dibentuk oleh Tuhan sendiri lanjut Pendeta Motowi, GKI di Tanah Papua diutus untuk memberitakan injil kerajaan Allah dalam bentuk persekutuan dan kesaksian.

Dikatakan, waktu 62 tahun bukanlan waktu yang pendek dalam sejarah perjalanan GKI di Tanah Papua. Pertanyaan penting bagi jemaat GKI dalam ke-62 tahun ini adalah, sudah kah tanda-tanda kerajaan Allah itu kita nyatakan dalam kehidupan rumah tangga, dalam persekutuan gereja, tetapi juga dalam hidup bermasyarakat.

Baca Juga:  Kejari Kaimana Tahan ATS Dalam Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah Pembangunan Masjid Karawawi

“Apakah kita sudah membawa kasih atau sebaliknya kita justru hadir merusak persekutuan yang telah dibentuk. Apakah kita pernah mengunjungi orang yang diabaikan dalam hidup bermasyarakat ataukah kita hanya hidup untuk diri sendiri. Datanglah kerajaanMu menjadi pergumulan yang panjang dalam gereja ini,” ungkapnya, sembari mengajak jemaat untuk hidup menurut perintah injil dan berlaku baik terhadap sesama. |KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Pawai Obor Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *