
KAIMANANEWS.COM – Sejumlah tokoh adat dari 8 suku asli Kaimana dan suku nusantara, bersama group hadrat dari pemuda masjid Kota Kaimana, menghantar 64 calon pelayan firman dan sakramen menuju gereja GPI Jemaat Rehobot untuk ditahbiskan, Minggu (9/11/2025).
Pentahbisan 64 pelayan firman Tuhan menjadi pendeta ini, berlangsung dalam sebuah ibadah kebaktian yang dipimpin Sekretaris Umum Sinode GPI Papua Pdt. Bayanangky A. Lewier, M.Th, dilanjutkan pembacaan alkitab dan khotbah sulung oleh Pdt. Chrisye Y.V. Rohrohmana, S.Th., M.Si usai menjalani prosesi pentahbisan.
Hadir dalam perayaan ini, Ketua Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPI Papua Pdt. Donald E. Salima, Bupati Kaimana Hasan Achmad dan Wakil Bupati Isak Waryensi, Ketua DPRK Robi Daud Samangun dan sejumlah anggota, Ketua Sinode GPI Gorontalo, Anggota MRP Papua Selatan, keluarga besar para vikaris, serta ratusan jemaat dan tamu undangan.
Pantauan Kaimana News.Com, pentahbisan 64 pelayan firman dan sakramen ini, diawali prosesi perarakan secara adat dari Taman Kota Kaimana menuju gedung gereja Rehobot yang berjarak kurang lebih 200 meter.

Dalam prosesi perarakan ini, para calon pelayan firman tampak berjalan didampingi para tokoh adat dari 8 suku asli Kaimana dan suku nusantara, group hadrat dari pemuda dan remaja masjid, serta kelompok pemuda gereja dan group keroncong nelon.
Prosesi perarakan 64 calon pelayan firman Tuhan menuju gereja ini, dipandu oleh Pdt. Nth. Esuruw, M.Si yang keseharian menjabat sebagai Ketua Klasis GPI Papua Teluk Arguni.
Masih dalam pantauan, tiba di depan gereja, para calon pendeta disambut Ketua Dewan Adat Kaimana Lewi Oruw yang kemudian menyerahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana yang diterima oleh Wakil Bupati, Isak Waryensi. Selanjutnya dari pemerintah daerah diserahkan kepada Sinode GPI Papua untuk ditahbiskan sebelum memulai berkarya di wilayah GPI Kaimana raya.
Ketua MPS GPI Papua, Pdt. Donald E. Salima dalam sambutannya mengatakan, hari ini merupakan hari bersejarah yang tercatat dalam agenda Gereja Protestan Indonesia di Tanah Papua, bahwa pelaksanaan pentahbisan pendeta dengan jumlah terbanyak berlangsung di Klasis Kaimana Raya Kabupaten Kaimana.

Menurutnya, proses pentahbisan berskala besar ini dilaksanakan di Kaimana karena Kaimana merupakan rumah bersama dan daerah mayoritas bagi lembaga GPI Papua, serta merupakan suatu bentuk bukti bahwa kehadiran GPI Papua dalam momen-momen sakral dapat juga terjadi dan berlangsung di Kabupaten Kaimana.
Ia mengapresiasi prinsip-prinsip kebersamaan dan toleransi yang tumbuh di Kabupaten Kaimana, yang menggabungkan antara adat, agama dan pemerintah daerah. Untuk itu, ia mengajak para pelayan firman dan pelayan sakramen di lembaga GPI, agar menjunjung tinggi prinsip yang sudah dibangun.
“Junjung tinggi prinsip ini, sebab dengan prinsip inilah kita akan berjalan bersama, berdiri bersama, duduk bersama dan juga melayani secara bersama-sama. Mari bersama-sama saling dukung untuk kemajuan pelayanan spiritualitas iman di tempat ini maupun dimana saja,” ajaknya.
Ketua MPS juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terlebih khusus Pemerintah dan DPRK Kabupaten Kaimana, Dandim, Kapolres, Kantor Kementerian Agama dan seluruh masyarakat Kaimana yang telah mendukung perjalanan pelayanan GPI di wilayah Kabupaten Kaimana.
Ia juga secara khusus mengapresiasi kerja keras tim kerja pentahbisan pelayanan firman dibawah koordinir Chandra Maipauw, yang telah mensukseskan pelaksanaan pentahbisan. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik