Home / Berita Utama / Hadiri Pentahbisan 64 Pendeta GPI, Bupati Pesan Jalani Prinsip Ini Dalam Tugas Pelayanan

Hadiri Pentahbisan 64 Pendeta GPI, Bupati Pesan Jalani Prinsip Ini Dalam Tugas Pelayanan

Bagikan Artikel ini:

KAIMANAMEWS.COM – Bupati Kaimana, Hasan Achmad menyampaikan selamat kepada 64 pelayan firman dan sakramen GPI Papua yang baru ditahbiskan. Pentahbisan sebutnya, mempunyai arti penting bagi pekerjaan pelayanan gereja, tetapi juga bagi penyelenggaraan pemerintahan di Tanah Papua khususnya di Kabupaten Kaimana.

Bupati menyampaikan ini saat menghadiri pentahbisan 64 pelayan firman dan sakramen GPI Papua yang digelar di Gereja Jemaat Rehobot, Klasis Kaimana, Minggu (9/11/2025).

Dijelaskan, kebijakan pembangunan di Kabupaten Kaimana menempatkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan yang kokoh dalam berbagai kegiatan. Bahkan salah satu misi pembangunan Kabupaten Kaimana adalah pembangunan sosial yang berlandaskan ajaran agama, nilai sosial, budaya dan adat.

“Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Kaimana untuk menempatkan peran keagamaan didalam pembangunan. Bagi yang menggumuli pekerjaan pelayan firman, tentu saja akan ikut memainkan peran karena pada hakekatnya, tujuan pembangunan itu adalah meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang dilandasi iman dan takwa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Peringati Harbak ke-79, Dinas PUPR Kaimana Lakukan Pembersihan Pantai Air Merah

Lebih jauh, Bupati secara khusus berpesan kepada para pelayan firman dan sakramen yang baru ditahbiskan, agar memperhatikan prinsip dasar ini dalam melaksanakan tugas pelayanan baik kepada jemaat maupun masyarakat di wilayah pelayanan.

Prinsip dasar dimaksud adalah; berlaku jujur, baik terhadap Tuhan, gereja, jemaat, keluarga maupun jujur terhadap diri sendiri, dengan menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya; bertanggungjawab secara paripurna dalam tugas; berkeadilan dengan berlaku empat atau peduli terhadap apa yang menjadi tugas pelayanan dan tugas kemasyarakatan.

“Selain itu, saya juga berpesan agar para pelayan firman mengedepankan prinsip berkolaborasi atau membangun kerjasama, baik antara pelayan dan jemaat, antar pelayan dengan masyarakat di tempat penugasan, maupun antara pelayan dengan pemerintah dalam mendukung usaha-usaha pemerintah di berbagai bidang, baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun sosial dan budaya,” ujar Bupati.

Orang nomor satu Kaimana ini juga ingatkan bahwa kedepan akan banyak tantangan yang akan dihadapi, terutama berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informatika. Duikatakan, potret tentang berbagai tempat-tempat di belahan dunia, menunjukkan kehidupan spiritual mulai luntur oleh godaan hidup yang bercorak hedonisme atau cinta kepada dunia.

Baca Juga:  Besok, Bupati Hasan Achmad akan Sampaikan Pidato Perdana di Sidang Paripurna DPRK Kaimana

“Cinta kepada dunia inilah yang menyebabkan nilai-nilai spiritual yang luhur itu menjadi luntur. Sehingga apabila kita tidak mengelola ini dengan baik, maka tentu saja perubahan-perubahan sosial yang diakibatkan oleh perubahan teknologi informatika, komunikasi dan lainnya ini akan menyebabkan tugas pelayanan juga akan semakin berat dan semakin sulit,” ujarnya.

Pentahbisan pelayan firman dan sakramen GPI Papua ini turut dihadiri Ketua Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPI Papua Pdt. Donald E. Salima, Wakil Bupati Isak Waryensi, Ketua DPRK Robi Daud Samangun dan sejumlah anggota, Kabag SDM Polres Kaimana AKP Ferdinan Mardi, perwakilan Kodim 1804 Kaimana, Ketua Sinode GPI Gorontalo, Anggota MRP Papua Selatan, keluarga besar vikaris, serta ratusan jemaat dan tamu undangan. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Wabup Kaimana Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kaimana, Senin (27/4/2026) melaksanakan upacara peringatan Hari Otonomi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *