
KAIMANANEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana meminta penambahan kuota program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk tahun 2027.
Ketua DPRK Kaimana, Robi Daud Samangun juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana agar dalam pelaksanaan seleksi program ADik dan ADEM kedepannya, lebih mengutamakan keterwakilan anak-anak dari masyarakat adat 8 suku di Kabupaten Kaimana.
Menurut Robi, kondisi geografis dan sosial budaya di sejumlah wilayah pedalaman Kaimana perlu menjadi perhatian agar kesempatan pendidikan dapat dirasakan secara merata.
“Saya ingin mengingatkan agar berbagai rekomendasi yang telah disampaikan dalam forum-forum sebelumnya tidak berhenti pada tahap pembahasan semata, pemerintah daerah harus menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan masyarakat adat Distrik Teluk Etna dan Yamor,” tegasnya, Selasa (21/7/2026).
Robi berharap rencana pemerintah daerah untuk memperjuangkan penambahan kuota dan memperkuat keterwakilan masyarakat adat dalam program afirmasi pendidikan dapat terealisasi pada tahun 2027.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRK Kaimana, Dennis Yusuf Sawi menjelaskan jika usulan tersebut disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Pemkab Kaimana dan Solidaritas Peduli Krisisnya Sumber Daya Manusia di Daerah Etna dan Yamor.
Denis menilai perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap wilayah yang dikategorikan sebagai daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), agar anak-anak Kaimana bisa mengenyam pendidikan melalui program afirmasi tersebut.
“Program ADik dan ADEM merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah 3T. Namun, minimnya kuota yang diterima Pemkab Kaimana menjadi kendala dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan,” ucapnya
Menurutnya, masyarakat adat Etna dan Yamor mengaku kecewa karena pada tahun 2026 tidak ada pemerataan dalam dunia pendidikan bagi anak-anak Distrik Teluk Etna dan Yamor.
“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan guna memperjuangkan penambahan kuota afirmasi pendidikan bagi anak-anak di Kaimana pada tahun 2027 mendatang, “ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya penambahan kuota semakin banyak anak-anak asli Kaimana, khususnya dari wilayah Etna dan Yamor agar dapat melanjutkan pendidikan melalui program afirmasi tersebut. |res|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik