
KAIMANANEWS.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas melibatkan 252 Operator Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan Bendahara dari 84 Kampung se-Kaimana, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kaimana, Yacob Ahimsa Irre Warere, S.STP, M.Si bertempat di Aula SMA Negeri I Kaimana. Pelatihan menghadirkan 5 instruktur dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat.
Asisten I Irre Warere dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kemampuan operator dan bendahara kampung dalam mengelola keuangan, mulai dari perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan, hingga pelaporan pertanggungjawaban.
Dikatakan pula, pelatihan juga menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan pemahaman aparatur kampung terkait program prioritas kepala daerah Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka) yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung.
Menurutnya, operator Siskeudes dan bendahara kampung memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung (ADK) berjalan tertib, sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengelolaan dana kampung sebutnya, tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pemerintah kampung dalam memastikan setiap anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ditegaskan, setiap tahapan pengelolaan keuangan membutuhkan ketelitian, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Hal ini penting untuk diperhatikan karena kesalahan dalam administrasi maupun penggunaan anggaran, dapat berdampak terhadap kualitas pelaksanaan pembangunan di kampung.
“Penguatan kapasitas diharapkan dapat membantu tata kelola keuangan kampung yang tertib, transparan, akuntabel, efektif, dan tepat sasaran, sehingga anggaran kampung benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, seluruh operator kampung dapat mengoptimalkan pengelolaan sistim keuangan desa, karena sistem tersebut menjadi instrumen penting untuk membantu aparatur dalam mengelola administrasi keuangan secara lebih tertib dan sistematis.
Hadir pada pembukaan kegiatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Ika Damayanti, S.ST.Pi., M.M, para kepala distrik, serta lainnya. Pelatihan sendiri dilaksanakan di dua lokasi yakni Aula SMA Negeri I sebanyak 126 peserta dan Gedung Pertemuan GPI Rehobot sebanyak 126 peserta. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik