
KAIMANA- Saat bertemu masyarakat empat kampung di Buruway Dalam, Selasa (2/4) lalu, Bupati Matias Mairuma mewacanakan pemekaran Distrik Buruway, dengan menambah satu distrik baru yakni Distrik Buruway Dalam. Wacana ini langsung mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat yang meminta agar rencana ini segera direalisasikan.
Dihadapan masyarakat yang menghadiri acara tatap muka, Bupati menjelaskan rencana pemekaran Distrik Buruway ini dilakukan karena letak kampung Tairi, Hia, Esania, Gaka, Mokaira (calon kampung baru) dan Guriasa, sangat jauh dari Kambala Ibukota Distrik Buruway.
“Kalau kita lihat letak beberapa kampung ini, ini terlalu jauh dari Kambala. Sehingga perlu ada distrik disini di Buruway Dalam. Nanti kita coba usulkan dan lakukan persiapan, karena kalau seperti ini terus kampung-kampung ini tidak bisa berkembang. Pelayanan pemerintah jadi tidak merata karena letaknya jauh dari ibukota distrik,” ungkap Bupati disambut tepuk tangan gembira warga.
Dikatakan, jika memenuhi syarat, ibukota Distrik Buruway Dalam ini akan ditempatkan di Kampung Tairi yang letaknya cukup strategis karena bisa dijangkau oleh beberapa kampung yang ada disekitar. Namun rencana pemekaran distrik ini lanjutnya, harus melihat kembali jumlah kampung didalamnya sebagai salah satu syarat pembentukan distrik/kecamatan.
“Tapi ini baru mau persiapan makanya Kepala Distrik Buruway belum saya ganti. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi terkait jumlah kampung, makanya kita akan dahulukan pemekaran kampung. Soal ibukota, kalau melihat peta, pikiran saya itu ibukotanya di Tairi. Di Hia tidak mungkin karena lokasinya kurang bagus, di Esania juga sama terlalu kedalam. Tapi kalau pikiran masyarakat beda, silahkan duduk buka tikar dan bicara,” ungkap Bupati.
Untuk diketahui, wacana pemekaran kampung yang disampaikan Bupati Kaimana ini mendapat sambutan gembira warga Guriasa, Esania, Gaka dan Tairi. Bahkan sebelum Bupati menyampaikan rencana ini, warga Tairi sudah mempersiapkan beberapa hal yang diyakini bisa memuluskan harapan mereka. Salah satunya prosesi penyambutan Bupati secara adat dan acara tatap muka yang dilaksanakan di rumah panggung, rumah adat suku setempat.
“Kami berharap rencana ini bisa terwujud supaya kami yang di Buruway bagian dalam ini bisa merasakan manfaat dari program pembangunan. Selama ini memang ada pembangunan, tapi belum maksimal karena posisi wilayah kami yang terlalu tertutup. Kami berharap Bapak Bupati bisa mewujudkan harapan kami ini sebelum akhir masa jabatannya nanti,” ungkap Samuel, salah seorang warga kampung. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik