Home / Berita Utama / Sambut Pekan Suci, Umat Katolik Arak Daun Palma

Sambut Pekan Suci, Umat Katolik Arak Daun Palma

Bagikan Artikel ini:

“Diperdengarkan atau ditampilkannya kembali kisah sengsara Yesus Kristus tujuannya bukan supaya kita sedih atau meneteskan air mata karena melihat penderitaan Yesus. Bukan itu yang disasar. Kisah ini kembali diperingati supaya kita terbantu untuk melihat misteri cinta kasih Allah, yang tergambar dari kerelaan Yesus mati di kayu salib. Sikap yang ditunjukkan Yesus inilah menunjukkan bahwa kasih Allah itu tiada batasnya.”

Demikian petikan khotbah Romo Andi Priambada, O.Carm ketika memimpin misa perayaan minggu palma di Gereja Paroki Santo Martinus Kaimana, Minggu (14/4).

Seperti yang dilakukan umat katolik lainnya di seluruh dunia, umat katolik di Kaimana juga merayakan minggu palma, sebuah perayaan dalam gereja katolik untuk mengenang masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum kematiannya di kayu salib.

Baca Juga:  Rancangan KUA-PPAS APBD 2023 Disetujui, Paripurna Pengesahan Jumat 27 Januari

Peringatan Yesus masuk Yerusalem ini, ditandai perarakan daun palma sejauh kurang lebih 200 meter dari titik star persekolahan katolik menuju Gereja Santo Martinus. Perarakan daun palma sebagai lambang kemenangan ini sekaligus sebagai pembuka pekan suci Paskah.

Lebih lanjut Romo Andi dalam khotbahnya mengatakan, minggu palma sebagai peringatan masuknya Yesus ke kota suci Yerusalem merupakan hal yang istimewa, karena terjadi sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian.

Dikatakan, kisah sengsara yesus Kristus yang akan diperdengarkan atau ditampilkan kembali selama pekan suci, bukan semata-mata untuk menimbulkan kesedihan, tetapi supaya umat Allah terbantu untuk kembali melihat tentang misteri cinta kasih Allah.

Baca Juga:  Serah DPA 2021, Bupati Freddy Peringatkan OPD 'Jangan Coba-Coba'

Supaya umat Allah juga melihat makna yang besar dan agung dibalik kerelaan Kristus mati di kayu salib dan bangkit kembali

Lebih jauh dalam misa dimeriahkan paduan suara SMP Santo Thomas Aquino ini, Romo Andi mengajak umat Katolik Kaimana untuk lebih berani menghidupkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kerelaan Yesus menanggung sengsara, kita juga diajak untuk memiliki keberanian menghidupkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Kita diajak untuk menampakkan kasih Allah dalam kebersamaan dengan semua orang,” pungkas Romo. |AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemda Kaimana Gelar Musrenbang Otsus dan RKPD Tahun 2027

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kaimana yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *