Home / Berita Utama / PULUHAN BIDAN KAIMANA IKUT PELATIHAN ASFIKSIA

PULUHAN BIDAN KAIMANA IKUT PELATIHAN ASFIKSIA

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Dalam upaya menurunkan angka kematian bayi baru lahir, serta melatih kembali keterampilan petugas dalam proses penanganan bayi baru lahir dengan cepat dan tepat, Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana melaksanakan Pelatihan Penanganan Asfiksa bertempat di Aula PKM Kaimana, 19-21Oktober 2017.

Pelatihan ini melibatkan 45 peserta, terdiri dari; bidan penanggungjawab pemegang program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), bidan ruang bersalin dan perinatologi RSUD, bidan Puskesmas, BP Misi, Bidan Praktek Swasta (BPS), Bidan Pustu dan Polindes.

Maria Katarina Adopak, AMd.Keb, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan yang juga Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petugas tentang penanganan asfiksia.

Baca Juga:  Kepala BKPSDM: Pendaftaran PPPK Guru dan Nakes Sudah Dibuka, Batas Akhir 13 November

Tujuan lainnya, meningkatkan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, dan dalam pengambilan keputusan untuk memberikan pelayanan yang tepat dan cepat pada bayi baru lahir. “Yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan pengetahuan dam keterampilan petugas khususnya bidan, dalam upaya menurunkan angka kematian bayi,” ujar Adopak.

Lebih jauh dijelaskan, asfiksia merupakan keadaan gawat darurat bayi baru lahir berupa depresi pernapasan yang berlanjut, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi. “Ini paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir, sehingga pengetahuan para petugas perlu ditingkatkan, karena penyebab terbanyak kematian bayi adalah asfiksia, bayi berat lahir rendah dan infeksi,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:  DPRD Kaimana Serah Belasan Poin Catatan dan Rekomendasi kepada Pemerintah Daerah

Ia juga menyebutkan, untuk Kabupaten Kaimana angka kematian bayi baru lahir masih tinggi, diantaranya; Tahun 2014 (13) kasus, 2015 (22) kasus, 2016 (24) kasus, dan Tahun 2017 (14) dengan penyebab tertingginya adalah asfiksia. Olehnya, petugas kesehatan, seperti bidan akan menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan dan menekan angka kematian akibat asfiksia.

Ditambahkan, melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengerti tugas utamanya dalam memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir secara optimal dan sesuai standar pelayanan, sehingga dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir, lebih khusus di Kabupaten Kaimana. (bel)


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Dihadiri Wabup Isak Waryensi, Dinas Sosial Kaimana Gelar Jalan Santai Meriahkan Harganas ke-33

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Berlangsung dibawah balutan tema “Ayah Wajib Hadir” Dinas Sosial Pengendalian Penduduk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *