
SEPULUH tahun lamanya vakum akhirnya Kaimana berhasil mewakili Provinsi Papua Barat di ajang kompetisi sains tingkat nasional.
Zidan Craig Abdurrohim, siswa siswa asal SMAN 2 ini lah yang akan membawa nama Kaimana, dengan pelajaran Astronomi yang akan dipertaruhkannya.
Di tingkat kabupaten, Zidan berhasil mengalahkan 12 peserta dari SMA lain di Kaimana yang turut serta. Sedangkan untuk tingkat provinsi, Zidan mengalahkan peserta dari kabupaten-kabupaten yang ada di Papua Barat.
Ditemui KaimanaNews.Com di SMAN 2, Sabtu (12/9/2020), Zidan mengaku sangat senang tetapi juga gugup menghadapi KSN 2020 nanti. Dia mengaku, untuk persiapannya, hanya belajar seadanya dan tidak terlalu memaksa diri untuk belajar setiap hari.
“Saya belajar tidak setiap hari, malah jarang. Biasanya hanya 1-2 jam dalam sehari, tapi itu serius dan fokus. Saya tidak mau malah nanti buat otak stress, jadi satu minggu hanya 1-2 kali saja,” ujarnya yang tertarik mempelajari Fisika Klasik dan Mekanik.
Untuk menghadapi kompetisi sains tingkat nasional, sekolah akan fasilitasi dengan bimbingan intensif 3 kali dalam seminggu dan akan dimulai bulan ini. Seperti yang dijelaskan oleh guru pembimbing Jairil, S.Pd.
“Iya tadi sudah dapat arahan dari kepala sekolah. Rencananya kita akan bimbingan tatap muka 2-3 kali dalam satu minggu. Saya membimbing Matematika, akan dibantu juga nanti oleh guru Fisika karena bidang Astronomi ini gabungan Matematika dan Fisika,” terang Jairil, sang guru.
Diakui, Zidan menjadi harapan untuk bibit-bibit unggul anak Kaimana dalam ajang kompetisi sains nasional ke depannya. Jairil berharap Zidan dapat berhasil mendapatkan medali di tingkat nasional nantinya.
Hal yang sama diungkapkan juga oleh Sutanto, S.Pd, Kepala SMAN 2 Kaimana. Ia berharap, Zidan bisa menciptakan prestasi yang membanggakan.
“Kami targetnya dapat medali. Tapi kalaupun nanti ternyata tidak, di tahun depan masih bisa ikut lagi karena sudah ada pengalamannya. Kami juga berharap kedepan akan ada bidang-bidang lainnya yang lolos sampai ke tingkat nasional,” ujarnya yang sangat optimis dengan potensi anak-anak Papua.
Dijelaskan, Kompetisi Sains Nasional (KSN) dulunya dikenal dengan istilah Olimpiade Sains Nasional (OSN). Istilah KSN baru dipakai tahun 2020.
Selain Astronomi, ada 8 bidang lain yang dilombakan yaitu bidang Fisika, Matematika, Ekonomi, Kebumian, Biologi, Komputer, Geografi, dan Kimia. Terakhir, OSN 2019 tingkat nasional diselenggarakan di Manado.
Sedangkan untuk penyelanggaraan KSN tingkat nasional tahun 2020 belum ditentukan mengingat masih adanya pandemi covid-19. Namun kemungkinan besar akan diselenggarakan secara online, seperti yang tingkat provinsi.
“Kemungkinan memang online, seperti yang provinsi gelar kemarin. Mungkin juga akan molor sehingga belum tahu kapan. Belum diberitahukan dari pusat,” pungkas Sutanto.
|Liputan: Dwi Fajar Suharjuly|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik