
KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie mengajak masyarakat Kaimana umumnya, terlebih khusus di wilayah Kota Kaimana dan sekitarnya untuk mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam menyiapkan air bersih yang sudah bertahun-tahun lamanya dinantikan.
Bupati mengajak masyarakat untuk tidak melakukan perusakan fasilitas, termasuk melakukan aksi ancaman pemalangan pada sumber air bersih mengingat air bersih yang sedang diupayakan ini merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.
Orang nomor satu lingkup Pemkab Kaimana ini menyampaikan ini ketika dikonfirmasi wartawan terkait progress upaya perbaikan jaringan air bersih yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR sejak sebulan lalu.
Menurut Bupati, dari upaya perbaikan jaringan yang dilakukan, ditemukan banyak fasilitas perpipaan yang putus diduga akibat human eror. Contoh di jalur distribusi Kilo 14 menuju Instalasi Pengelolaan Air (IPA) kilo 6, uji coba alirkan air tidak berjalan lancar padahal pompa air di Kilo 14 sudah berfungsi secara baik.

Bupati berharap, masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dan akan disediakan oleh Pemerintah Daerah agar pendistribusian air bagi kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.
“Di kilo 14, pompa sudah hidup. Tapi begitu coba alirkan ke IPA di kilo 6 rupanya ada pipa yang putus. Saya mau katakan bahwa progress terkait air bersih sudah mulai terlihat. Untuk itu dukungan dari masyarakat juga sangat dibutuhkan. Syukur-syukur sebelum akhir tahun ini masyarakat sudah bisa nikmati air bersih secara bertahap,” ucap Bupati, Jumat (23/9/2022).
Selain di sumber mata air Kilo 14, upaya perbaikan juga telah dilakukan di sumber mata air Kilo 6 dan Kali Torabe. Namun sayang, di salah satu lokasi sumber mata air ini ada oknum yang ingin melakukan pemalangan.

“Saya mohon dukungan doa dari masyarakat semoga apa yang kita upayakan ini bisa cepat terealisasi. Di Kali Torabe, kita sudah tata baik, rumah mesin dan pompa sudah diperbaiki. Air ini untuk kebutuhan masyarakat, air ini anugerah Tuhan untuk kita semua. Dulu tidak pernah ada yang ribut soal sumber mata air, tapi sekarang malah ada yang persoalkan. Ini butuh dukungan kita semua,” ungkap Bupati sedikit kecewa.
Bupati juga jelaskan, masalah air bersih Kaimana ini sudah mendapat respon positif dari Kementerian PUPR. Pihak Kementerian melalui Dirjen Cipta Karya dan Direktur Air Minum siap membantu mempercepat proses realisasi air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kaimana.
“Saat bertemu Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR kebetulan hadir juga Direktur Air Bersih. Saya sampaikan persoalan air bersih Kaimana. Rupanya dari diskusi itu ada yang harus diselesaikan, diantaranya permasalahan pemalangan di kilo 6, peralihan petugas dari Fakfak ke Kaimana, masalah pengelola apakah UPTD atau BUMD dan terakhir tenaga pengelola berkeahlian khusus. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR menyiapkan semua itu dan akan segera saya serahkan ke kementerian. Sekali lagi saya mohon dukungan dari masyarakat Kaimana,” harap Bupati. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik