
KAIMANA- “Uang yang datang di kampung itu bukan uangmu, itu uang rakyat. Kalau mau gunakan, dibicarakan secara baik lewat institusi yang namanya Badan Musyawarah Kampung. Duduk baik-baik seperti dulu tete-nene dong di kampung.”
Tegas Wakil Bupati, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH kepada para kepala kampung saat hadir dalam acara pengambilan sumpah/janji dan peresmian Badan Permusyawaratan Kampung (Bamuskam) masa bakti 2018-2024 di Gedung Pertemuan Kabupaten Kaimana, Jumat (26/10).
Dikatakan, aliran dana ke kampung sejak tahun 2015 hingga 2017 sudah terlampau banyak. Bahkan setiap tahun terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jika pandai dalam merumuskan perencanaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, maka keberadaannya menjadi bermanfaat.
“Tetapi yang menjadi persoalan hari ini, dana desa yang begitu besar mengalir ke kampung, jika dibandingkan dengan kondisi riil penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di kampung, itu ibarat bumi dan langit. Tidak seimbang dan itu harus diakui,” sentil Wabup.
Wabup juga sesali, banyak kepala kampung yang lebih memilih tinggal di kota dan membiarkan rakyatnya hidup menderita di kampung. Hal yang sama juga dilakukan Sekretaris Kampung, yang seharusnya selalu berada bersama masyarakat di kampung.
“Kami sangat kecewa dan menyesal melihat prilaku oknum-oknum kepala kampung dan oknum sekretaris kampung. Mereka berhappy-happy di kota dan menelantarkan masyarakat dengan segala rupa keluh dan kesah di kampung. Mulai saat ini, hentikan mentalitas yang buruk itu,” tegas Wabup. |KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik