
KAIMANANEWS.COM – Ketersediaan bahan bakar minyak terkhusus produk Pertalite untuk wilayah Kabupaten Kaimana masih aman hingga satu bulan kedepan. Antrean panjang yang terjadi saat ini disebabkan banyak pengguna Pertamax yang beralih menggunakan Pertalite akibat kenaikan harga.
Fuel Terminal Manager Pertamina Kaimana, Mikael Mozes menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait sistim penyaluran BBM dari Pertamina ke SPBU dan penyebab antrean panjang di area SPBU Kaimana belakangan ini, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pendistribusian BBM termasuk produk Pertalite dari Pertamina ke SPBU berjalan sesuai prosedur. Namun sebelum penyaluran, pihak Pertamina terlebih dahulu melakukan tahapan pemeriksaan terkait kualiti maupun kuantiti.
Setiap hari lanjutnya, penyaluran ke SPBU rata-rata 9 Kilo Liter (KL), dengan rincian hari Senin dan Selasa masing-masing 8 KL, Rabu 13 KL, Kamis dan Jumat masing-masing 8 KL dan Sabtu sebanyak 13 KL.
“Hari minggu kita istirahat, namun tetap stanby menunggu informasi apabila ada kondisi emergency kami Pertamina siap memenuhi permintaan,” ujarnya saat ditemui di Lokasi SPBU.
Ia mengakui, antrean panjang yang terjadi belakangan ini di SPBU Kaimana disebabkan kenaikan harga Pertamax, sehingga masyarakat memilih beralih ke Pertalite.
“Masyarakat yang biasanya menggunakan Pertamax lari ke Pertalite, jadi mereka secara serempak berbondong-bondong membuat barcode, sehingga permintaan Pertalite meningkat,” ungkapnya.
Kedepan lanjutnya, untuk mencegah terjadinya antrean panjang, pihaknya akan lebih cepat di pagi hari melakukan pendistribusian. “Pagi hari kami akan mensuplai lebih awal atau lebih pagi agar antrean di SPBU itu tidak melebar sampai ke jalan raya. Pesan kami untuk masyarakat di Kabupaten Kaimana terutama pengguna kendaraan bermotor agar gunakan BBM secara bijak sesuai peruntukan,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Pengelola SPBU Kaimana, Sendy Kurniawan juga menjelaskan, sistim penjualan yang dilakukan pihaknya disesuaikan dengan alokasi BBM dari Pertamina.
“Khusus Pertalite kalau suplaynya 8 KL ya kita salurkan 8 KL. Untuk jam layanannya tidak tentu, kalau misalnya habis jam 12 ya kita tutup penjualannya. Terkait antrean ini, harapan saya kalau bisa Pertalite ada terus. Kalau kuota Pertalite ditambah kita bisa jual sampai sore dan tidak akan ada antrian,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik