
AKIBAT belum adanya galeri untuk memasarkan produk kerajinan tangan bagi para pelaku UKM, sejumlah pengrajin noken terpaksa memilih kawasan pantai sebagai tempat berjualan.
Lokasi yang dipilih adalah Pantai Bantemi, Jalan Utarom. Meskipun diterjang angin kencang, hingga noken yang dipajang sempat terbawa angin, namun Marlince dan Oktovina memilih tetap bertahan.
Mereka berharap, warga yang melintas tertarik membelanjakan produk yang mereka tawarkan, agar hasil penjualan produk bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di tengah pandemi Covid-19.
Marlince mengaku, biasanya mereka menjajakan produk noken yang dihasilkan di pasar sayur Air Tiba. Namun karena pengunjung biasanya hanya fokus berbelanja sayur, produk tas yang mereka jajakan jarang disambangi pembeli.
“Memang biasanya kami jualan di pasar, tapi mungkin karena disitu pasar sayur jadi orang lebih fokus beli sayur. Makanya kami coba cari rejeki disini, siapa tahu yang lewat di jalan mau bantu kami dengan membeli noken,” ungkap Marlince diamini Oktovina.

Diakui, sejumlah pedagang tas noken di pasar pernah beberapa kali meminta Dinas Perindagkop menyediakan tempat khusus untuk membantu para pengrajin produk khas Papua agar dapat menjajakan barang di lokasi yang layak, namun hingga saat ini belum ditepati.
“Pernah beberapa kali orang dari dinas datang ke pasar, kami sudah minta supaya ada rumah khusus untuk kami jualan tas anyaman, mereka janji untuk siapkan tapi sampai hari ini belum juga terwujud,” keluh mereka.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindagkop UMKM Kaimana, Agustinus Janoma, SE, mengatakan, galery untuk pengrajin tas tenun dan UMKM sudah disiapkan. Namun belum dapat digunakan karena belum dilengkapi fasilitas pendukung.
“Galery sudah kami siapkan di jalan Utarum Tanjung Simora. Selama ini belum kami fungsikan karena fasilitasnya belum kami lengkapi. Tapi nanti Galery akan dikelola Dinas Perindagkop, masyarakat hanya boleh menitip produk,” ungkapnya, Selasa (14/7/2020). |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik