Home / Budaya Pariwisata / Ingin Jumpa Hiu Paus Cantik Datanglah ke Kota Senja Kaimana

Ingin Jumpa Hiu Paus Cantik Datanglah ke Kota Senja Kaimana

Bagikan Artikel ini:

“Jangan bilang pernah ke Papua jika belum menginjakan kaki di Kota Senja Indah Kaimana. Jangan bilang pernah ke Kaimana jika belum jumpa dan bercengkerama dengan hiu paus”

Kaimana memang indahnya tak sebatas kata-kata. Sebait kalimat diatas mungkin dianggap biasa bagi yang belum mengenal Kaimana. Nama Kaimana sejatinya sudah tersohor sejak lagu berjudul “Senja di Kaimana” yang dibawakan penyanyi Alfian populer di era tahun 1960-an.

Meski populernya nama Kaimana saat itu hanya sebatas lagu, karena masyarakat pada umumnya belum paham dimana letak Kaimana sesungguhnya, namun minimal nama Kaimana sudah terpatri di hati.

Lama hanya dikenal lewat lagu, nama Kaimana akhirnya benar-benar mulai terangkat setelah menjadi kabupaten pada tahun 2003. Sejak saat itu, negeri dengan luas daratan 18.500 km2 dan lautan 17.500 km2 ini kian itens mengenalkan sejumlah potensi pariwisatanya, mulai dari panorama senja yang indah di sore hari, hingga keindahan panorama laut dan pantai yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Dan salah satu keindahan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri adalah Hiu Paus dengan nama latin Rhincodon Typus. Hiu paus sendiri sejatinya telah dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

Menjangkau area bermain hiu paus memang tidak lah sulit, karena biota laut ini bermigrasi bahkan selalu mampir di salah satu bagan ikan di Teluk Bicari dengan jarak berlayar dari Kota Kaimana hanya kurang lebih 15 menit. Namun untuk bertemu pandang dan bercengkerama dengannya boleh dibilang gampang-gampang susah, karena jam terbang mereka cukup tinggi.

Tetapi pagi itu, Sabtu 24 Februari 2024, kami rombongan PWI Kaimana memang sedang beruntung, karena untuk jumpa si Burik tak perlu menunggu lama seperti yang dialami kebanyakan pengunjung lainnya. Apalagi menyambangi area bermain hiu paus di Teluk Bicari memang merupakan agenda pertama kami dalam kegiatan tour wisata memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 saat itu.

Baca Juga:  Angkut 147 Wisatawan Mancanegara, KM Ponant Singgahi Kawasan Wisata Teluk Triton

Lepas tali dari Pelabuhan Kaimana pada Pukul 07.30 WIT, sarana transportasi longboat berkapasitas mesin 120 PK yang kami tumpangi melesat cukup kencang menuju rumah hiu paus. Tiba di lokasi pada pukul 07.45 WIT, kami langsung disambut hangat ‘Mince dan Shinta’ nama cantik yang disematkan para penjaga bagan untuk dua hiu paus yang menyambut kami di pagi itu.

Perjumpaan dengan ‘Mince dan Shinta’ memang merupakan sebuah momen yang sungguh mengesankan. Perasaan puas dan gembira berpadu menjadi satu, manakala menyaksikan hewan laut raksasa ini meliuk-liuk di permukaan air, sembari terus memasukan plankton atau ikan-ikan kecil yang ditebar para penjaga bagan kedalam mulutnya yang sensual.

Pagi itu hanya ada Mince dan Shinta disitu, sementara yang lainnya entah sedang berpetualang atau bertamu kemana. Keduanya tampak terus menebar pesona dan terkesan tak mau pergi jauh meski kami sudah berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju spot wisata lainnya.

Di tempat ini kami lagi-lagi beruntung. Tak hanya bisa menyapa dan bercengkerama dengan hiu paus, tetapi kami juga disuguhkan dengan pemandangan menarik lainnya yang jarang didapat pengunjung lainnya, yakni kemunculan sekawanan lumba-lumba yang melompat-lompat pada jarak hanya lima meter dari bagan atau tempat hiu paus berada.

Ini memang pemandangan yang sungguh menakjubkan, hingga meninggalkan rasa rindu di hati untuk kembali ke tempat ini menyaksikan kedua biota laut ini muncul bersamaan di lokasi yang saling berdekatan. Padahal biasanya si lumba-lumba baru berani mendekati area bagan setelah hiu paus pergi.

Sebelum meninggalkan lokasi hiu paus, kami sempat mewawancarai penjaga bagan Daeng Erwin. Ia menuturkan, jumlah hiu paus yang biasa mampir di sekitar bagan lebih dari 10 ekor, 5 diantaranya rutin hadir setiap hari untuk menikmati plankton yang mereka tebarkan. Satu dari keseluruhan hiu paus tersebut kata Daeng Erwin, memiliki kepala berukuran selebar mobil sedan.

Baca Juga:  Bupati Freddy Hadiri Peletakan Batu Pertama Monumen Adat Suku Kuri di Gusimawa

Pria asal Makassar ini juga menuturkan, minat wisatawan mengunjungi hiu paus cukup tinggi. Bahkan pada bulan lalu, wisatawan mancanegara cukup banyak mendatangi lokasi ini. Dari sinilah nama Mince dan Shinta disematkan kepada dua hiu paus karena keduanya cukup akrab dengan bule cantik bernama Mince dan Shinta.

“Hampir setiap minggu ada yang berkunjung. Bulan kemarin banyak bule yang datang, mereka dalam sebulan biasa tiga sampai empat kali. Makanya kami kasih nama Mince dan Shinta karena mereka akrab sekali dengan bule,” terang Daeng Erwin.

Berjumpa dan bercengkerama dengan hiu paus, serta menyaksikan lumba-lumba menari diatas perairan pada waktu bersamaan memang menakjubkan dan ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan berwisata bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kaimana. Namun yang perlu diperhatikan, waktu berkunjung harus pagi hari karena diatas jam 08.00 hiu paus biasanya sudah kembali ke lautan lepas.

Hiu paus atau whaleshark adalah ikan terbesar di dunia yang mengonsumsi plankton dan ikan-ikan kecil sebagai makanannya. Dinamai hiu paus karena ukurannya yang besar dan kebiasaannya menyaring makanan. Berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus dikategorikan sebagai hewan yang rentan (vulnerable) punah.

Untuk itu, siapa pun yang ingin menyelam bersama hiu paus harus menaati aturan. Hiu paus jangan disentuh secara fisik. Penyelam harus menjaga jarak dua meter dari badan dan tiga meter dari ekor. Kemudian jangan bersuara keras dan memotret dengan menggunakan cahaya.

Setelah membaca ini, jangan bilang pernah ke Papua jikalau belum menginjakan kaki di Kota Senja Indah Kaimana. Jangan bilang pernah ke Kaimana jika belum pernah jumpa dan bercengkerama dengan hiu paus sambil melihat lumba-lumba disampingnya. Ayo ke Kaimana, Papua Barat. |isabela wisang|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemda Kaimana Gelar Parade Budaya Meriahkan HUT Kaimana ke-21

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kaimana ke-21 yang jatuh pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *