Home / Ekonomi Bisnis / Perempuan Kaimana Harus Bersiap Diri Hadapi Persaingan

Perempuan Kaimana Harus Bersiap Diri Hadapi Persaingan

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Perempuan 8 suku asli Kaimana harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi persaingan. Pasalnya, persaingan dalam dunia usaha kedepannya akan semakin ketat.

Demikian pesan Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Kesejahteraan Masyarakat, SDM dan Perekonomian, Luther Rumpumbo, S.Pd ketika membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif dan Penyedia Layanan Perempuan 8 Suku, Selasa (18/12).

Dikatakan, hal pertama yang perlu diperhatikan saat ini adalah mengubah pola pikir dari yang selama ini hanya menunggu atau pasrah karena adat istiadat, menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Perempuan 8 suku Kaimana harus bisa menciptakan hal baru baik yang bersifat umum, maupun produk yang memiliki nilai kearifan lokal, sehingga ketika ada yang berkunjung bisa membawa pulang produk dimaksud sebagai kenangan.

Baca Juga:  Pembangunan Jaringan Air Bersih Untuk Kebutuhan Warga Kaimana Terus Dioptimalkan

“Mulai sekarang persiapkan diri dengan baik, karena suatu saat persaingan usaha pasti akan semakin ketat. Ubah pola berpikir, jangan lagi terpaku pada adat bahwa perempuan tidak boleh berbuat ini dan itu. Kapan mau maju kalau terus seperti itu. Harus berubah, ciptakan produk yang menjadi ciri khas daerah ini,” ajak Rumpumbo.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif dan Penyedia Layanan Perempuan 8 Suku ini, merupakan kegiatan lanjutan dari program Pokja Perempuan Dewan Adat Papua kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Pelatihan yang melibatkan 16 pengrajin anyaman, 15 penjual jajan, 6 perwakilan mama pasar, 3 penjual pinang, serta 10 dari pihak penyedia layanan ini bertujuan; meningkatkan kapasitas perempuan 8 suku dalam menggerakkan dan meningkatkan ekonomi kreatif; serta menata sinergitas perempuan 8 suku.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Pasokan BBM Sambut Natal Stabil

“Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah agar perempuan 8 suku pelaku ekonomi kreatif dapat memahami managemen usaha dan managemen pemasaran; dapat mengerti mutu standar pengelolaan pangan lokal; serta adanya kesepahaman bersama dalam merealisasikannya,” ujar Mariana Fenetiruma, Ketua Panitia Pelatihan.

Hadir pada pembukaan pelatihan, Wakil Ketua DAK Agus Tumanat, Kepala Dinas PPPA Kaimana Dra. Joice Tuanakota, Kepala Dinas Kesehatan Arifin Sirfefa, SKM,MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Usman Werfete dan lainnya. (IWI)


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Tahun Ini, DKPP Kaimana Fokus Pengembangan Padi di Tiga Kawasan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tahun ini, selain komoditas lainnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *