Home / Berita Utama / Politisi PSI Ini Dukung Pembatasan Pindah Datang Penduduk Jelang Penerimaan CPNS, Namun Harus Tegas

Politisi PSI Ini Dukung Pembatasan Pindah Datang Penduduk Jelang Penerimaan CPNS, Namun Harus Tegas

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Keputusan Pemerintah Kabupaten Kaimana yang menghentikan sementara pelayanan pindah datang penduduk jelang pengadaan CPNS Formasi Tahun 2021 mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Salah satunya datang dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaimana, Stenli Furima, S.Pd. Kepada media ini di Gedung DPRK Kaimana, Jumat (26/9/2025), Stenli mengatakan, langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Kaimana sudah sangat tepat untuk mencegah timbulnya masalah dalam penerimaan CPNS.

“Saya setuju tapi harus tegas, karena kita tahu bahwa pada proses penerimaan CPNS maupun PPPK kemarin masalahnya panjang dan berbelit-belit. Orang sampai demo menyalahkan pemerintah, menyalahkan DPRD, padahal ini terjadi karena tahapan dari awal yang salah dan kurang tegas sehingga terjadi kecolongan,” ujar anggota DPRK Kaimana ini.

Dikatakan, penghentian sementara pelayanan pindah datang penduduk jelang pengadaan CPNS tersebut harus diikuti dengan tindakan tegas baik oleh pemerintah yang melayani pindah datang penduduk, maupun dewan adat selaku pihak yang menerbitkan rekomendasi. Hindari pendekatan emosional, yang mengakomodir kepentingan seseorang karena faktor kedekatan atau saling mengenal.

Baca Juga:  Tim Gabungan Polres Kaimana Gerebek Tempat Produksi Miras di Kebun Kelapa, Satu Drum Dimusnahkan

“Saya pikir langkah baik ini harus benar-benar diikuti dengan tindakan tegas dalam menerapkan aturan. Jangan sampai kecolongan, orang luar bisa masuk melalui satu suku asli karena kedekatan secara emosional, padahal masalah identitas ini kan tidak segampang itu, tapi karena ingin mengamankan diri supaya diakomodir secara administrasi akhirnya memaksakan diri masuk lalu pada akhirnya setelah lolos baru timbul masalah. Intinya tidak perlu menggunakan pendekatan emosional,” tegas Stenli.

Sementara terkait kuota 80:20 persen, Stenli berharap agar kuota 80 persen untuk anak negeri benar-benar menjadi hak anak negeri. “Kuota 80% saya berharap kalau boleh itu benar-benar menjadi hak anak negeri. Karena persoalan yang timbul biasanya karena hak mereka dirampas,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada para calon peserta seleksi CPNS, terutama anak negeri agar membekali diri dengan tiga hal ini yakni mindset atau pola pikir, karakter serta pengetahuan. Tiga hal ini lanjutnya, akan membuat orang jauh lebih baik.

Baca Juga:  Total Dana yang Dialokasikan Langsung ke 84 Kampung di Kaimana Rp.170 Miliar

“Pola pikir, karena orang pintar banyak tapi belum tentu punya mindset yang benar. Karakter, karena orang yang punya kompetensi sekalipun, kalau karakternya kurang baik maka tidak akan tidak ada hasil. Dan pengetahuan, karena tidak ada orang yang bisa mengubah hidup tanpa pengetahuan. Ditambah spiritual, tapi ini pilihan, karena segala sesuatu tidak mungkin bisa tanpa campur tangan Tuhan,” pungkasnya.

Menutup pernyataannya, Wakil Ketua Komisi C DPRK Kaimana ini kembali menegaskan “Pesan penting saya adalah jangan sampai terulang lagi persoalan dalam penerimaan CPNS. Pihak yang akan terlibat, mulai dari tim seleksi, kepegawaian, termasuk Dewan Adat harus benar-benar patuh pada aturan, jangan memberikan celah sedikit pun karena pendekatan emosional atau perasaan, pendekatan politik pada akhirnya akan menimbulkan masalah,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *