
KAIMANANEWS.COM – Kementerian Sosial RI menelurkan program pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan menengah kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Tujuan hadirnya sekolah rakyat, selain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga untuk mengurangi ketimpangan sosial.
Di Kabupaten Kaimana, berdasarkan hasil survei lokasi yang sudah dilakukan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Barat, sekolah akan dibangun di Jalan Utarum, Bantemin diatas lahan hibah seluas 5 hingga 8 hektare. Pembangunan sekolah direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 sesuai arahan dari Kementerian Sosial.
Sekretaris Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Kabupaten Kaimana, Lidia Wanggabus menyampaikan ini, Senin (19/5/2025). Ia mengatakan, pembangunan sekolah direncanakan dimulai pada tahun 2026 sesuai arahan dari Kementerian Sosial.
Sekolah rakyat yang akan dibangun ini beber Lidia, dikhususkan bagi siswa dari keluarga yang termasuk dalam desil 1 yakni kelompok paling miskin menurut klasifikasi ekonomi nasional. Berdasarkan hasil pertimbangan tim formatur yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekolah Rakyat di Kaimana akan difokuskan pada jenjang pendidikan tingkat SMA.
“Sekolah Rakyat berbentuk boarding school atau sekolah berasrama yang dikelola secara penuh oleh Kementerian Sosial dengan sistem pengelolaan yang terukur. Untuk memastikan sasaran tepat, data calon siswa yang benar-benar berasal dari keluarga miskin akan merujuk pada data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS),” terang Lidia.
Ia juga menjelaskan, pelaksanaan program ini kedepannya akan menjadi tanggung jawab seluruh Dinas Sosial kabupaten/kota di Indonesia. Dengan adanya Sekolah Rakyat, lulusan SMP dari keluarga miskin akan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa biaya.
“Program ini memang sangat selektif. Tidak semua anak bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Ini dikhususkan bagi mereka yang benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu. Seleksi masuk akan mempertimbangkan latar belakang ekonomi, nilai akademik, dan kondisi kesehatan calon siswa,” tutup Lidia. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik