
GUNA meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemkab Kaimana, Pemerintah Kabupaten Kaimana menjalin kerjasama program pendidikan dengan Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Papua.
Kerjasama dimaksud berupa perkuliahan Kelas Kaimana Jenjang Magister atau Strata 2 (S2) yang dilaksanakan diluar kampus utama di Kaimana.
Menindaklanjuti kerjasama dimaksud, Jumat (14/2/2020), Pemerintah Kabupaten Kaimana yang diwakili Bupati Matias Mairuma dan Ketua DPRD Irsan Lie, bersama Rektor Uncen DR. Ir. Apolo Safanpo, ST,MT menandatangani kesepakatan atau Memoranduum of Understanding (MoU).
Penandatanganan MoU berlangsung disela kegiatan kuliah umum bertajuk ‘Bagaimana Menyelesaikan Masalah-Masalah Papua Secara Bermartabat’ oleh Rektor Uncen yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Krooy.
Bupati Matias Mairuma dalam sambutannya menyampaikan, kerjasama dengan pihak Uncen ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM khusus bagi Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemkab Kaimana melalui pendidikan yang memadai.
Dikatakan, sekolah diperlukan jika ingin membangun Kabupaten Kaimana kearah yang lebih baik. “Mengapa pagi ini saya bersama Rektor menandatangani MoU karena fakta diluar sana mereka hebat karena mereka sekolah. Tapi jangan sampai gaya S2 padahal buta huruf, yang buat perencanaan program hanya untuk menghabiskan uang,” tegasnya.
Namun sebaliknya Bupati berharap, melalui kerjasama ini, akan hadir ASN yang hebat dan mampu menguasai pekerjaan di bidangnya, serta mampu membuat perencanaan program yang benar-benar memberikan output, outcome dan impact bagi masyarakat.
“Tandatangan MoU ini maksudnya supaya kita mulai menterjemahkan ilmu ini kedalam pekerjaan kita masing-masing. Saya sangat sedih kalau misalnya nanti tamatan banyak-banyak ini terus buat perencanaan program itu masih seperti tamatan SMA atau SMP. Itu memalukan sebetulnya. Minta uang lalu kegiatan jalan selesai 100%, itu keliru besar. Sistim perencanaan pembangunan yang hebat tidak begitu, satu dua rupiah keluar itu output, outcome, dan impactnya apa bagi masyarakat, ini yang betul,” sentilnya.
Kesempatan yang sama Bupati juga kembali mengingatkan, bahwa Provinsi Papua dan Papua Barat hingga saat ini masih berada di titik paling miskin di Indonesia. Oleh karenanya, kehadiran para cendikiawan lulusan S2 melalui perencanaan program yang luar biasa, bisa memberikan impact (dampak) bagi tercapainya kesejahteraan hidup masyarakat.
“Kita sekolah ini kita dapat manfaat secara pribadi karena kita jadi pintar. Tapi kalau pintar ini tidak diberikan ke masyarakat itu percuma. Saya menandatangani ini supaya kepintaran saya dan saudara-saudara bisa memberikan impact bagi masyarakat,” tutup Bupati. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik