Home / Berita Utama / Tokoh Adat Suku Asli Kaimana Mengecam Keras Keberadaan TPNPB di Wilayah Kaimana

Tokoh Adat Suku Asli Kaimana Mengecam Keras Keberadaan TPNPB di Wilayah Kaimana

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Pengurus Dewan Adat Kaimana bersama para Kepala Suku dari 8 suku asli Kaimana menolak keras keberadaan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di wilayah Kabupaten Kaimana dan mengecam aksi mereka meresmikan Batalyon Somb Winan Kodap XII Kaimana di Kampung Rauna belum lama ini sesuai foto yang beredar.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Ketua Dewan Adat Kaimana, Yohanes Werfete, Senin (21/2/2022), tokoh adat suku asli Kaimana ini menegaskan, foto tentang peresmian Batalyon Somb Winan Kodap XII yang beredar di media sosial merupakan sebuah bentuk propaganda yang mengatasnamakan masyarakat Kaimana Kuri.

Keberadaan sejumlah warga Kaimana dalam foto tersebut merupakan sebuah jebakan. Untuk itu, dalam lima point kesepakatan yang dibuat, dewan adat dan kepala suku asli Kaimana ini dengan tegas menolak segala upaya provokasi yang mengatasnamakan masyarakat Kaimana yang bertujuan mengganggu kondusifitas wilayah.

Baca Juga:  Pemkab Kaimana dan BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS Jaminan Sosial Bagi 18.750 Pekerja

Para tokoh adat meminta agar oknum-oknum yang mengganggu kondusifitas di wilayah Kabupaten Kaimana ditindak tegas dan diproses secara hukum. Mereka juga dengan tegas menyatakan, mendukung penuh kebijakan pemerintah guna menjamin kelancaran pembangunan di wilayah Kabupaten Kaimana, serta mendukung terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Kaimana.

Selain itu, pengurus dewan adat Kaimana dan kepala suku asli Kaimana ini menghimbau kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah, agar dalam memberikan anggaran kampung harus mempertimbangkan kondusifitas wilayah di Kabupaten Kaimana.

Baca Juga:  Vaksin Covid Termin Kedua Tiba Papua Barat, Kaimana Dapat 1.880 Dosis

Pernyataan resmi pengurus dewan adat dan kepala suku dari 8 suku asli Kaimana yang dibubuhi tandatangan resmi ini, disampaikan usai pertemuan dengan Dandim 1804/Kaimana, Letkol Inf. Chairi Suhanda di Aula Makodim.

Dalam pertemuan, para tokoh adat dari suku asli Kaimana ini sepakat agar pengamanan di wilayah Kabupaten Kaimana diperketat dan ditingkatkan untuk mencegah masuknya oknum yang tidak bertanggungjawab yang hanya akan mengganggu stabilitas keamanan di  wilayah Kabupaten Kaimana dan bertujuan merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Sambut Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Kaimana Serah Bantuan 33 Ekor Sapi Kurban  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *