
PERAYAAN misa minggu palma di Gereja Katolik Santo Martinus Kaimana, Minggu (28/3/2021), berjalan aman dan khidmat. Ratusan umat katolik dari berbagai lingkungan hadir memadati gereja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pantauan KaimanaNews.Com, misa mengenang peristiwa Yesus masuk kota Yerusalem yang tidak semeriah biasanya akibat Covid-19 ini, dipimpin Pastor Paroki Santo Martinus Kaimana, Romo Suitbertus Marsanto, O.Carm.
Misa sendiri diawali pemberkatan dan perarakan daun palma dari halaman Graha Santo Martinus menuju gereja. Untuk mencegah terjadinya penumpukan umat dalam gereja, panitia Paskah mempersilahkan umat menempati Graha selama perayaan misa.
Sementara didalam gereja, jumlah umat yang diizinkan menempati bangku dibatasi maksimal 3 orang dari yang biasanya 2 orang sejak pandemi Covid memuncak atau 5 orang ketika situasi masih normal.
Selain di gereja induk Santo Martinus, perayaan misa yang sama juga berlangsung di tingkat stasi, diantaranya Stasi Santo Ambrosius Krooy, Pra Paroki Santa Monika Kampung Trikora, serta beberapa stasi lainnya.

Romo Marsanto dalam khotbahnya mengatakan, minggu palma merupakan sebuah perayaan memperingati peristiwa Yesus masuk Kota Yerusalem, sekaligus menjadi awal dari masa pekan suci bagi umat kristiani untuk mengenang kembali kesengsaraan Yesus Kristus.
Kegembiraan menyambut Yesus ketika memasuki kota Yerusalem lanjut pemimpin umat Katolik Kaimana ini, menjadi sirna ketika kita diajak mendengar kisah sengsara dan merenungkan betapa mulianya pengorbanan Yesus yang rela menderita sengsara dan wafat di salib untuk keselamatan hidup kita.
“Yesus ketika itu diselu-elukan sebagai seorang raja, namun akhirnya dia diadili dan menderita sengsara di kayu salib untuk menyelamatkan hidup kita. Kisah Yesus yang dielu-elukan dengan lambaian daun palma ini menjadi sirna ketika kita diajak mendengar kisah sengsaranya di kayu salib,” ujar Romo.
Menghormati betapa besarnya pengorbanan Yesus, Romo mengajak umat Katolik untuk menerapkan tiga hal ini dalam kehidupan sehari-hari, pertama; tidak mudah terhasut atau terpengaruh pada kata-kata orang yang menyebabkan diri kita kehilangan prinsip maupun pegangan hidup, hingga takut dijauhi dan takut dibilang berbeda.
Kedua; selalu memiliki rasa kasih agar tidak kehilangan identitas diri sebagai pengikut Yesus, apalagi lupa bahwa kita memiliki Tuhan. Dan ketiga adalah, selalu belajar pada Yesus Kristus yang berani keluar dari kepentingan diri sendiri untuk mendahulukan kerukunan, kedamaian, kebenaran dan kepentingan orang lain.
Menutup homili, Romo Marsanto mengajak umat Katolik Kaimana untuk menyiapkan diri memasuki pekan suci paskah. Tiga hari suci yang akan dirayakan pekan ini adalah Kamis putih memperingati Yesus membasuh kaki dan mengadakan perjamuan bersama para rasul, Jumat Agung memperingati Yesus disalibkan dan wafat, serta Paskah memperingati Yesus bangkit dari alam maut. |AWI|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik