Home / Berita Utama / Wakil Bupati Hasbulla Turun Tangan Buka Palang SDN Matoa

Wakil Bupati Hasbulla Turun Tangan Buka Palang SDN Matoa

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Matoa sejak pagi, Kamis (23/9/2021), sempat terhenti akibat pemalangan sekolah yang dilakukan masyarakat setempat.

Pemalangan berupa sasi adat yang dipasang di pintu gerbang sekolah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga yang memutasikan kepala sekolah M.S. Rimosan ke sekolah lainnya padahal yang bersangkutan akan segera pensiun.

Selain itu, pemalangan juga dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kepala sekolah yang baru, yang ditempatkan untuk menggantikan Rimosan. Akibat pemalangan ini, siswa-siswi yang hendak masuk sekolah terpaksa kembali ke rumah.

Menyikapi persoalan ini, Wakil Bupati Kaimana Hasbulla Furuada langsung turun ke lokasi SDN Matoa. Setelah melakukan negosiasi dengan pihak yang melakukan pemalangan, akhirnya sekitar Pukul 11.30 WIT, sasi adat dibuka, diawali penyerahan piring adat yang diterima tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Gedung Putih Bertingkat Milik Kejaksaan Negeri Kaimana Ini Segera Difungsikan

Wabup berdasarkan hasil koordinasi dengan Bupati Kaimana yang sedang bertugas diluar daerah, juga memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ray Ratu Come untuk membatalkan nota dinas dan mengaktifkan kembali guru M.S.Rimosan sebagai kepala sekolah.

Hal ini langsung ditanggapi Kepala Dinas Ray Ratu Come. Ia meminta guru M.S. Rimosan untuk kembali bertugas sebagai kepala sekolah dan mengakomodir beberapa guru yang dimutasi ke SD Matoa untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

“Sesuai arahan Wakil Bupati, khusus untuk Bapak Rimosan silahkan laksanakan tugas sebagai kepala sekolah. Nanti ada petunjuk baru dari pimpinan dalam hal ini bapak Bupati dan Wakil Bupati kami akan tindaklanjuti. Tolong diakomodir guru yang dimutasi masuk untuk segera laksanakan proses belajar mengajar,” ujar Ray Come.

Baca Juga:  Pemda Kaimana Raih Dua Penghargaan dari BPOM Papua Barat

Ia juga meminta 6 guru dari SDN Matoa yang dimutasikan ke sekolah lainnya agar segera bertolak menuju tempat tugas. Namun arahan Kadis Ray ini mendapat penolakan dari salah satu guru yang mengatakan tidak mau dipindahkan.

Menanggapinya, Kadis Ray Come dengan tegas mengatakan, akan ada konsekuensi bagi guru PNS yang menolak dipindahkan dan tidak mau melaksanakan tugas. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DPRK Kaimana akan Panggil Disperindagkop dan Pertamina Jika Antrean Panjang Pertalite Berlanjut

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Komisi B DPRK Kaimana akan berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop UMKM terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *