
KAIMANANEWS.COM- Berpusat di Grand Papua Hotel Kaimana, masyarakat Suku Besar Mairasi, menggelar Musyawarah Adat guna membicarakan dan memutuskan berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan maupun kepentingan warga suku, sekaligus memilih kepala suku besar Mairasi.
Musyawarah adat dengan tema sentral “Menata Adat Menjaga Tanah dan Sumber Daya Alam Kaimana Untuk Masa Depan Suku Besar Mairasi Yang Lebih Baik” ini, dibuka Bupati Kaimana, Freddy Thie, Sabtu (12/2/2022).
Bupati dalam sambutannya mengatakan, suku Mairasi merupakan suku paling besar yang ada di Kabupaten Kaimana setelah suku Kuri. Bupati akui, suku Mairasi memiliki history yang sangat erat dengan keluarganya dan patut untuk dihormati.
Bupati berharap, melalui musyawarah adat yang digelar ini, lahir seorang kepala suku yang bisa memimpin masyarakat Suku Mairasi yang tersebar tidak hanya di wilayah Distrik Kaimana, tetapi juga hingga ke wilayah Teluk Arguni, Etna bahkan Yamor, serta bisa membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Kaimana akan mendorong Ranperda yang berkaitan dengan hak-hak masyarakat adat mengacu pada Perdasus Nomor 9 Tahun 2019 tentang pedoman perlindungan atas hak dasar masyarakat adat, serta Peraturan Gubernur Papua Barat.
Untuk itu, dukungan dari dewan adat dan suku-suku asli yang ada di Kabupaten Kaimana sangat dibutuhkan melalui lahirnya sebuah kesepakatan adat sehingga tidak terjadi benturan dikemudian hari. “Saya juga mengharapkan dukungan dari masyarakat adat supaya semua proses pembangunan yang kita cita-citakan bisa berjalan dengan baik dan cepat tercapai,” ujar Bupati.
Sementara Ketua Dewan Adat Kaimana, Yohan Werfete dalam sambutannya berharap, musyawarah adat suku Mairasi ini bisa melahirkan sebuah kesepakatan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat adat.
Ketua DAK juga berharap, melalui musyawarah adat ini, lahir kepala suku yang nantinya bisa menata wilayah adatnya secara terstruktur. Menata adat, menjaga tanah dan sumber daya alam di wilayah suku masing-masing lanjut Yohan, sangat penting untuk masa depan yang lebih baik.
“Tugas kepala suku nantinya selain menata adat, tanah dan sumber daya yang ada diatasnya, juga mendata dan memastikan jumlah marga disetiap wilayah atau lainnya yang berkaitan dengan adat. Hal ini sangat penting sebagai bekal menyambut segala sesuatu yang akan datang pada kita dikemudian hari,” ungkap Ketua DAK sembari mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah. |RED|KN1|





KAIMANA NEWS Media Informasi Publik